International
The Last Dinner Party Rilis “Big Dog” Setelah Lama Jadi Favorit Live
Band art-pop asal Inggris, The Last Dinner Party, resmi merilis single terbaru berjudul “Big Dog”, sebuah lagu gelap dan intens yang sebenarnya sudah lama menjadi bagian penting dari penampilan live mereka sejak masa-masa awal terbentuk. Bersamaan dengan perilisan tersebut, mereka juga memperkenalkan karya spoken word bertajuk “Come All You Beasts”, yang berfungsi sebagai pengantar atmosfer dan narasi dari lagu tersebut.
“Big Dog” sekaligus menjadi rilisan pertama yang diproduseri langsung oleh seluruh personel band bersama Animesh Raval. Dalam lagu yang berdurasi sekitar tiga menit ini, The Last Dinner Party menunjukkan sisi yang lebih liar dan eksperimental dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya. Meskipun nuansa art-pop mereka masih terasa kuat, karakter lagu ini lebih mentah dan penuh tekanan, mengingatkan pada energi kasar yang dimiliki PJ Harvey.
Sejak pertama kali dimainkan di atas panggung, “Big Dog” langsung menarik perhatian penggemar. Lagu ini menjadi salah satu nomor live yang paling sering diminta untuk dirilis secara resmi. Kini, setelah cukup lama hanya ada di konser-konser mereka, versi studio dari lagu ini akhirnya hadir di tengah jadwal tur internasional yang padat.

Saat ini, The Last Dinner Party sedang menjalani tur internasional yang cukup panjang. Setelah menyelesaikan tur utama di Amerika Serikat, mereka dijadwalkan untuk tampil di sejumlah festival musim panas besar di Inggris, termasuk menjadi headliner di Wilderness Festival untuk pertama kalinya. Band ini juga akan ikut dalam tur stadion bersama Olivia Rodrigo pada tahun 2027 mendatang.
Kehadiran “Come All You Beasts” semakin memperkuat identitas artistik mereka yang memang banyak berfokus pada aspek teatrikal dan storytelling. Puisi ini sering dibacakan di atas panggung sebagai jembatan antara dunia folklor dalam album kedua mereka, “From The Pyre”, dan energi agresif yang muncul di “Big Dog”.
Basis Georgia Davies menjelaskan bahwa “Come All You Beasts” ditulis untuk memperkenalkan elemen cerita rakyat dan narasi yang ada dalam “From The Pyre” menuju “Big Dog”. Ia juga menambahkan bahwa tema dalam puisi ini menggabungkan potongan ayat Alkitab dengan perspektif yang berusaha membalikkan pesan-pesan normatif tentang keamanan perempuan.
Menurut Georgia, The Last Dinner Party telah lama terinspirasi oleh puisi, seni pertunjukan, dan berbagai bentuk ekspresi teatrikal lainnya. Oleh karena itu, penggunaan spoken word yang diiringi musik improvisasi terasa sangat alami bagi mereka.
Dalam beberapa bulan ke depan, band ini juga dijadwalkan tampil dalam sejumlah konser bersama Wolf Alice dan Sombr.

