International

Beartooth Dan Kekacauan Baru Bernama “Pure Ecstasy”

Diterbitkan

pada

Beartooth
Beartooth (ist)

Beartooth kembali menunjukkan semangat agresif mereka dengan pengumuman album baru berjudul “Pure Ecstasy” yang dijadwalkan rilis pada 28 Agustus 2026 melalui label baru mereka, Fearless Records. Ini adalah rilisan penuh keenam mereka dan juga karya pertama bersama label tersebut, yang membawa nuansa yang lebih besar, lebih brutal, dan lebih terbuka secara emosional.

Seiring dengan pengumuman album, Beartooth juga merilis single pembuka “Pure Ecstasy”, sebuah lagu yang langsung menghantam pendengar sejak detik pertama. Trek ini terasa liar dan berat seperti ledakan emosi yang dibiarkan mengalir tanpa batas. Caleb Shomo kembali menunjukkan bagaimana Beartooth tetap bertahan di tengah kekacauan mental, kemarahan, dan perjuangan untuk bertahan hidup yang selalu menjadi inti dari musik mereka.

Dalam keterangannya, Shomo menjelaskan bahwa lagu pembuka selalu memiliki peran penting dalam setiap album Beartooth. Menurutnya, “Pure Ecstasy” harus bisa langsung mengunci atmosfer keseluruhan album sejak awal.

Lagu pertama selalu jadi bagian penting buat gue. Harus langsung mengunci vibe albumnya sejak awal,” ujar Caleb Shomo. “’Pure Ecstasy’ lahir di studio bersama Misha Mansoor, speaker super keras, dan riff breakdown paling bodoh sekaligus paling berat yang bisa kami bikin. Setelah dibawa pulang dan dikembangkan lagi bareng Jordan Fish, kami langsung tahu kalau ini harus jadi pembuka album. Putar keras-keras dan hancurkan semuanya.”

Beartooth single Pure Ecstasy

Beartooth (credit: Jimmy Fontaine)

Secara musikal, “Pure Ecstasy” terasa seperti percampuran antara metalcore modern, nu-metal, industrial, hingga dentuman hardcore yang kotor. Produksi masif dari Jordan Fish memberi lapisan atmosfer yang lebih sinematik, tetapi Beartooth tetap menjaga identitas mereka sebagai band yang tumbuh dari riff kasar dan ledakan emosi mentah. Video musiknya yang disutradarai Zebulon Griffin juga mempertegas nuansa gelap yang mengisi lagu tersebut.

Album ini hadir setelah kesuksesan besar “The Surface” pada 2023 lalu yang sempat memuncaki chart Billboard kategori “Alternative” dan “Hard Music”. Album tersebut juga melahirkan hit radio rock seperti “Might Love Myself” dan “I Was Alive”, yang semakin mengukuhkan posisi Beartooth sebagai salah satu nama terkemuka dalam gelombang musik heavy modern saat ini.

Namun, “Pure Ecstasy” terasa berbeda. Kali ini Caleb Shomo tidak lagi memikul semuanya sendirian. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Beartooth, ia tidak memainkan seluruh instrumen sendiri di album. Proses kreatif kali ini melibatkan lebih banyak kontribusi dari personel band maupun kolaborator lain.

Nama-nama seperti Skyler Accord ikut terlibat dalam tahap awal penulisan lagu, sementara Jordan Fish disebut membuka ruang eksplorasi emosional yang lebih brutal dalam proses produksi. Formasi live Beartooth yang terdiri dari Oshie Bichar, Zach Huston, Will Deely, dan Connor Denis juga mendapat peran lebih besar selama pengerjaan album. Connor Denis bahkan mengisi seluruh bagian drum di album yang direkam di NRG Recording Studios.

Beartooth Band Pure Ecstasy

Beartooth (credit: Jimmy Fontaine)

Sejak pertama muncul dari ruang bawah tanah rumah Caleb Shomo di Ohio pada 2013, Beartooth memang selalu bergerak dari rasa sakit. Kecemasan, depresi, kemarahan, hingga kecenderungan menghancurkan diri sendiri diubah menjadi anthem modern yang diteriakkan bersama ribuan orang di konser mereka. Lagu-lagu seperti “Hated” dan “In Between” berkembang menjadi anthem generasi yang tumbuh bersama tekanan mental dan kekacauan hidup modern.

Kini lewat “Pure Ecstasy”, Beartooth tampaknya sedang mencoba melihat apa yang tersisa setelah semua amarah itu dilepaskan. Bukan kedamaian sempurna, bukan pula kemenangan mutlak, melainkan kemungkinan untuk benar-benar merasa bebas setelah bertahun-tahun hidup di dalam kekacauan.

Selain album baru, Beartooth juga telah mengumumkan tur headline Eropa dan Inggris yang dimulai pada September 2026 mendatang, setelah sebelumnya menyelesaikan tur arena besar bersama Bad Omens di Amerika Serikat.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *