New Tracks
Bleu Sunday Rangkai Kisah Imajinatif Dalam “Someday, Someday”
Band alternatif/indie rock pendatang baru asal Jakarta, Bleu Sunday, resmi memperkenalkan diri melalui single debut berjudul “Someday, Someday” yang kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Lagu ini menjadi perkenalan awal yang cukup jelas tentang arah musikal yang ingin mereka tempuh, sekaligus membuka rangkaian rilisan yang rencananya akan berujung pada sebuah EP.
“Someday, Someday” bergerak dalam lanskap suara yang dreamy dan melankolis, menangkap sensasi tenggelam dalam lamunan tentang masa depan yang dibayangkan bersama seseorang. Di saat yang sama, lagu ini menyimpan kesadaran pahit bahwa gambaran masa depan tersebut belum tentu akan terwujud. Kontras antara harapan dan penerimaan itu menjadi inti emosi yang menggerakkan keseluruhan lagu.
Lapisan gitar atmosferik yang mengalun lembut berpadu dengan melodi yang tenang dan lirik reflektif, menciptakan ruang sonik yang terasa intim. Suasana yang dibangun seolah mengajak pendengar memasuki wilayah antara rasa nyaman dan kehilangan, seperti mimpi yang perlahan menghilang saat seseorang terbangun dari tidurnya. Pendekatan ini memberi gambaran awal tentang karakter Bleu Sunday yang hangat di permukaan, tapi menyimpan emosi yang lebih dalam.
Menurut Avi, vokalis dan gitaris Bleu Sunday, lagu ini terinspirasi dari kebiasaan berandai-andai tentang kemungkinan hidup bersama seseorang di masa depan. Ia menjelaskan bahwa ada saat-saat ketika seseorang benar-benar menikmati lamunan tersebut, sebelum akhirnya harus merelakannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa “Someday, Someday” bukan hanya tentang romansa, tetapi juga tentang proses menerima kenyataan.
Single ini diproduksi secara mandiri oleh Bleu Sunday. Dari sisi konsep dan aransemen, lagu ini sudah memperlihatkan fondasi yang cukup kuat dalam menggambarkan identitas musik mereka. Struktur lagu yang sederhana membantu menonjolkan emosi yang ingin disampaikan.
Meski begitu, sebagai rilisan perdana, kualitas produksi seperti sound, mixing, dan mastering masih menyisakan ruang untuk perbaikan dan pengembangan di karya-karya berikutnya. Hal tersebut terasa wajar bagi sebuah band yang baru memulai langkah rekamannya, sekaligus menjadi catatan penting untuk perjalanan selanjutnya.
Bleu Sunday terbentuk pada 2026 dan beranggotakan Rifqi pada drum, Raka di bass, Dika pada gitar, serta Avi sebagai vokalis dan gitaris. Mereka menyerap pengaruh dari berbagai spektrum musik alternatif dan indie lintas generasi, lalu meramunya menjadi komposisi yang terasa ringan sekaligus menenangkan. Di balik permukaan yang easy listening, lagu-lagu mereka berusaha menyimpan cerita personal dan kedalaman emosi.
Melalui “Someday, Someday”, Bleu Sunday membuka pintu pertama menuju katalog karya yang lebih luas, sekaligus memperkenalkan kehadiran mereka sebagai nama baru yang patut diperhatikan di skena indie Jakarta.

