New Tracks
Lamaka Kembali Menghantam Dengan Single Brutal “Pain Remains”
Lamaka kembali menghantam lewat single terbaru bertajuk “Pain Remains”, sebuah nomor hardcore yang dipenuhi tekanan emosional, amarah, dan kegelisahan terhadap realitas yang terasa semakin menyesakkan. Band asal Bandung ini menyuguhkan lagu yang tidak hanya keras secara musikal, tetapi juga sarat dengan luka yang terasa sangat personal.
Dalam “Pain Remains”, Lamaka menggambarkan bagaimana kehancuran tidak datang secara tiba-tiba, melainkan tumbuh perlahan di dalam pikiran dan tubuh seseorang. Ada rasa lelah yang terus menumpuk, tekanan mental yang sulit diatasi, hingga keinginan untuk menghilang dari situasi yang terasa semakin menyesakkan. Lagu ini bergerak seperti ledakan emosi yang terpendam terlalu lama.
Nuansa gelap sudah terasa sejak awal lagu berjalan. Distorsi gitar yang berat, ritme agresif, dan vokal yang penuh teriakan frustrasi menciptakan atmosfer muram tanpa memberikan banyak ruang untuk bernapas. Lamaka terdengar tidak sedang mencoba terdengar aman. Mereka memilih tampil mentah, kasar, dan konfrontatif, seolah seluruh energi dalam lagu ini memang dilahirkan dari amarah yang nyata.

Secara lirik, “Pain Remains” berbicara tentang konflik batin yang terus menghantui. Masa lalu hadir seperti beban yang tak pernah benar-benar pergi, sementara realitas sehari-hari terus menggerus keyakinan dan harga diri. Di tengah kondisi tersebut, seseorang dipaksa bertahan walau dirinya perlahan runtuh dari dalam.
Lamaka juga menyentuh rasa muak terhadap diri sendiri, sebuah tema yang sangat manusiawi tapi jarang dibahas secara terbuka dalam musik keras lokal. Ada pergulatan antara keinginan untuk bertahan dan dorongan untuk menyerah. Ketegangan emosional itu terasa hidup di sepanjang lagu.
Lewat rilisan ini, Lamaka menunjukkan bahwa musik hardcore tidak selalu harus fokus pada kemarahan kolektif yang eksplisit. Di tangan mereka, kemarahan juga bisa muncul dalam bentuk refleksi personal yang kelam dan melelahkan. “Pain Remains” terasa seperti suara dari orang-orang yang terus dipaksa kuat di tengah tekanan yang tidak pernah selesai.
Formasi Lamaka diisi nama-nama yang sudah lama dikenal di skena musik keras Indonesia. Band ini diperkuat oleh Bharata Pratama, yang sebelumnya dikenal lewat Outright, Djonk Aditya dari Serigala Malam, Obo dari Sendal Jepit, dan Faiq yang merupakan mantan anggota Punitive. Latar belakang yang beragam ini memberikan warna tersendiri pada karakter Lamaka: agresif, lugas, dan tetap emosional.
Pengalaman panjang para personelnya di dunia hardcore juga tercermin dalam cara mereka menyusun lagu. Tidak ada kesan dibuat-buat atau dipoles berlebihan. Semua terdengar langsung menghantam, seperti ledakan dari ruang latihan sempit yang penuh keringat dan frustrasi.
“Pain Remains” lahir sebagai respons terhadap situasi yang terus menuntut kepatuhan dan perlahan mengikis nurani banyak orang. Mereka hanya menyuarakan keresahan itu apa adanya, lalu membiarkan pendengar merasakannya sendiri. Di tengah dunia yang terus bergerak makin bising dan absurd, Lamaka memilih tetap keras, jujur, dan tanpa kompromi.

