Captwore SMAN 2 Bandung : Pensi Akbar, Bukan Pensi Biasa

0
5479

Gelaran pensi SMAN 2 Bandung kembali diselenggarakan. Bertajuk “Captwore”, acara ini diselenggarakan secara besar-besaran seperti biasanya di Sasana Budaya Ganesha Bandung pada tanggal 18 Januari 2014. Sudah tidak heran, dari tahun ke tahun SMAN 2 Bandung menyelenggarakan pensi dengan mengundang berbagai bintang tamu ternama.

F2WL atau From Two With Love yang merupakan pentas seni hasil kreasi siswa siswi SMAN 2 Bandung selalu menyelenggarakan pensi yang tak biasa di kota Bandung. Mereka tak segan-segan mengundang band serta musisi ‘besar’. Sehingga menghasilkan animo yang besar di masyarakat.

Captwore bertemakan “kemanusiaan”, hal ini terlihat dari adanya pameran foto human intereset yang terselenggara pula di bagian tengah Sabuga. Penonton pun bisa senantiasa melihat pameran foto tersebut. Foto-foto yang di pajang bukan foto komersil, melainkan foto yang sarat akan unsur kemanusiaan. Terlihat dengan adanya sarat makna sosial di dalamnya.

Beralih dari pameran, selanjutnya masuk ke dalam hal inti pensi yakni acara musik. Berbagai musisi hadir untuk memeriahkan gelaran ini. Mulai dari Vandys, Sasadana, Kuturasta, Sunday Crunch, Showdown, Impression, Heals, Thusday in Rush, dan Lose it All, Neat featuring Ginda Bestari, Panorama, Schoovy D’Groovybar, Don Lego, Jolly Jumper, dan Rumah Seni 2 meramaikan acara pensi dari sore hari hingga menjelang malam.

Semakin malam penonton yang datang pun semakin ramai. Malam itu Sabuga menjadi lautan anak-anak remaja masa kini. Penampilan energik remaja inilah yang membuat atmosfir lingkungan Sabuga menjadi semakin semarak.

Tibalah dengan penampilan berbagai musisi yang sudah tidak asing lagi, yakni penampilan dari band indie Payung Teduh. Is sang vocalist langsung senantiasa dengan fasihnya membawa penonton ke dalam lagu dan musik yang mereka bawakan. Lirik-lirik sederhana yang sarat akan puitisnya ini sungguh pas disajikan untuk para remaja yang pada malam itu saling membawa teman istimewa.

Rumah Musik Harry Roesli merupakan penampil selanjutnya. Aneka tatanan musik yang disajikan beragam, tapi tetap mengusung unsur tradisional. Setelah musik tatanan tradisional ditampilan, Pandai Besi pun keluar untuk kembali memeriahkan seisi Sabuga pada malam itu. Musik-musik khas yang bertemakan unsur sosial, lingkungan, dan keberagaman masalah yang terjadi di sekitar, selalu menginspirasi Efek Rumah Kaca di lagu-lagunya. Efek Rumah Kaca ataupun Pandai Besi tidak berbeda, mereka masih dalam ‘nafas’ yang sama. Para penonton pun tetap lantang bernyanyi, ketika Cholil dengan gitarnya menyanyikan berbagai lagu.

Musisi-musisi indie telah silih berganti menunjukan performanya. Selanjutnya, ada penampilan dari soloist yang sudah tidak asing lagi namanya. Afgan akan bernyanyi dengan menggunakan kharisma dan lagu-lagu romantisnya untuk menghipnotis para remaja wanita yang memang sedari awal sudah antusias akan kehadirannya. ‘Sabar’, ‘Panah Asmara’, ‘Sadis’, ‘Jodoh Pasti Bertemu’, ‘Treasure’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Cinta Dua Hati’ merupakan beberapa lagu yang dibawakan oleh Afgan. Memang pesonanya membuat remaja wanita berubah menjadi tergila-gila.

Tidak hanya itu saja, semakin malam kegilaan itu tetap berlanjut dengan penampilan dari The Sigit. Rekti yang baru saja menikah tidak kehilangan pesonanya diantara kaum hawa maupun adam. Terbukti dengan semakin crowded saja Sabuga pada malam itu. Lagu lama dan lagu baru dari album ‘Detourn’ pun dibawakan dengan energik dan epik, salah satunya adalah ‘Black Amplifier’ sebagai lagu wajib yang selalu dibawakan The Sigit.

Tiba di puncak acara, RAN sebagai penampil terakhir pun sukses membuat penonton yang rindu akan penampilannya menjadi ‘puas’ terbayarkan. Tiga pria muda nan berbakat ini ciamik membawakan lagu demi lagu yang cenderung ngebeat. Sungguh malam yang membuat energi terkuras, namun sepadan dengan berbagai penampilan maksimal dari para musisi-musisi ternama. Semoga pensi SMAN 2 Bandung di tahun depan semakin akbar saja.

Mulai dari kepanitiaan dan guest star yang semakin kompeten. Hingga menjadikan pensi SMAN 2 Bandung menjadi legenda dan terus dikenang. Captwore pada malam itu sukses.

Text: Talitha Yurdika
Photo: Indra Gobenk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here