Connect with us

Articles

Cara Membuat Judul Lagu Tanpa Vokal

Published

on

Akhirnya tulisan tentang pembuatan judul lagu dari musik yang instrumental ini dibuat juga. Setelah banyak pihak yang menilai hal ini begitu sulit, Gigsplay memberikan kesempatan untuk memberikan salah satu cara untuk membuat judul lagu dari musik yang instrumental atau tanpa vokal.

Sebenarnya sudah dipastikan setiap musisi memiliki cara-cara yang berbeda untuk membuat sebuah judul. Mungkin dari sudut pandang lagu yang memiliki lirik akan memiliki kecenderungan tingkat yang lebih mudah untuk menentukan sebuah judul daripada lagu yang tidak ada liriknya.

Judul merupakan pintu yang paling di depan secara kasar dari sebuah lagu, bisa menjadi lapisan dari permukaan paling depan juga. Akhirnya lirik akan membawa kita kepada tujuan yang dimaksud penulis, bahkan tidak jarang jawaban dari semua yang ada di judul bisa tersirat dan tersurat di dalam lirik.

Lalu, bagaimana kah dengan lagu yang tidak memiliki lirik? Judul lagu dari sudut pandang musik ini menjadi sebuah tema, menjadi sebuah rangkuman ide-ide yang ingin disampaikan oleh pencipta. Selain itu, judul juga bisa menjadi kode atau simbol dari pemaknaan awal dari sebuah lagu.

Musik-musik tanpa vokal memiliki jika atmospheric yang tinggi. Penggalian dan eksplorasi imajinasi pendengar lebih besar dan lebih luas. Maka judul lagu menjadi garis besar yang diinterpretasikan ke dalam satuan kata atau kalimat yang kemudian suasana lagu tersebut lah yang menjawab dan menggiring pendengar kepada suatu cerita atau pesan.

Lullatone mungkin menjadi salah satu proyek musik yang memiliki karakter pembuatan judul lagu yang menarik, karena hubungan antara judul dan suasana musiknya sangat erat. Sehingga ketika kita mendengarkannya, kita akan merasakan sebuah pengalaman mendengarkan sandiwara radio. Di mana judul lagu merupakan judul cerita, dan musiknya adalah pembentukan suasana.

Selain Lullatone, masih banyak lagi proyek musik lainnya yang memiliki keunikan tersendiri dalam pengembangan dan hubungan antara judul lagu dan musiknya. Musik-musik eksperimental yang tanpa vokal lebih memiliki karakter yang sangat variatif. Judul yang penuh teka-teki, seperti penggunaan simbol atau judul-judul yang memiliki makna ganda, artinya ketika membaca sekilas judulnya ternyata memiliki makna yang berbeda ketika mendengarkan musiknya.

Cara untuk penentuan judul lagu ini bisa dilakukan melalui 2 cara. Cara yang pertama merupakan pengembangan dari sebuah ide cerita, atau inspirasi. Misalnya pencipta lagu memiliki ide cerita tentang kebahagiaan, maka ide-ide berupa cerita tersebut akan tersusun dari sebuah kata.

Lalu ide tersebut harus kita coba tarik sebuah ringkasan berupa kata atau kalimat yang bisa merangkum pesan atau cerita yang ingin disampaikan. Berbicara lebih luas, dari ‘kebahagiaan’ tersebut misalnya si pencipta ingin menyampaikan pesan perasaan bahagia karena akan menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta di hari Sabtu, lalu kata atau kalimat yang ditarik untuk jadi judul adalah “Love Saturday”.

Lewat ide cerita tersebut, lalu diaplikasikan ke dalam suasana lagu, maka akan tersusun sebuah nada-nada mayor yang membawa suasana bahagia, ceria. Bisa menjadi memiliki tempo yang cepat karena ingin membentuk suasana semangat juga, mengajak pendengar untuk memiliki semangat juga merayakan kebahagiaan di hari Sabtu dan lain sebagainya.

Lewat tema “Love Saturday” tersebut musik yang tercipta akan memiliki suasana yang bahagia, hal ini karena dibentuk dan diaplikasikan dari sebuah cerita kebahagiaan dan disampaikan lewat nada-nada lalu dibungkus temanya melalui judul “Love Saturday”.

Selain itu, cara kedua adalah visualisasi. Dalam hal ini berhubungan dengan kasus lagu yang sudah tercipta, tapi belum ada atau kebingungan menentukan judul lagunya. Maka langkahnya adalah visualisasi. Visualisasi berarti penerjemahan audio ke dalam suatu theater of mind.

Kita bisa mendengarkan lagu tersebut lalu membayangkan sebuah cerita dari pembentukan suasana tersebut. Hal ini memang sedikit lebih susah dibandingkan cara pertama, tetapi langkah kedua ini memiliki subjektivitas yang sangat tinggi. Artinya, setiap orang akan memiliki visual dari lagu tersebut yang sangat berbeda, lalu ketika ada pendengar kita yang memiliki visual yang sama, maka kedekatan dari subjektivitas itu akan terasa dan membuktikan bahwa musik bisa mengkomunikasikan sesuatu, bahkan tanpa lirik sekalipun.

Visualisasi musik ini cenderung memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi. Mendengarkan, membayangkan dan berimajinasi. Jika sudah tersirat ada sebuah adegan atau scene dari suasana lagu tersebut, maka ditariklah sebuah penggalan kalimat yang mewakilinya atau mendekatinya. Misalnya terbentang bayangan adegan peperangan antara 2 kerajaan, para pasukan berkuda membawa pedang dan berbagai senjata tajam, darah-darah bercucuran. Maka visualisasi tersebut diinterpretasikan kembali ke dalam sebuah kata atau kalimat, misalnya “Colossal”.

Dua tahap dan cara tersebut bisa menjadi alternatif bagi siapapun yang mengalami kendala dalam penentuan judul lagu untuk musik tanpa lirik. Selamat mencoba dan berimajinasi.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *