New Albums

Béwara, Album Debut Basajan Yang Meramu Tradisi Dan Psikedelia

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Basajan Band
Basajan (credit: Luthfi Ali Qodri)

Kuartet instrumental asal Kabupaten Bandung, Basajan, resmi merilis album perdana bertajuk ‘Béwara’. Setelah sebelumnya memperkenalkan arah musikal mereka melalui sejumlah rilisan awal, album ini hadir sebagai pernyataan utuh tentang cara Basajan mengolah warisan budaya Sunda ke dalam pendekatan musik modern yang kaya eksplorasi.

Album yang berisi 10 trek ini disusun sebagai perjalanan konseptual yang berawal dari filosofi kosmologi Sunda, Tri Tangtu. Melalui konsep tersebut, Basajan membagi keseluruhan materi ke dalam tiga dimensi kehidupan yang saling berkaitan: wilayah spiritual, dunia manusia, serta fase refleksi menuju akhir.

Pada bagian Buana Nyungcung, Basajan membangun suasana sakral yang menggambarkan hubungan manusia dengan Sang Hyang Kersa. Komposisi seperti “Wilujeng”, “Ageman”, “Nadoman”, dan “Pamali” disusun dengan pola repetitif dan atmosferik, menciptakan ruang dengar yang kontemplatif dan meditatif. Lapisan suara yang perlahan berkembang memberikan kesan transenden, seolah mengajak pendengar untuk masuk ke dalam ruang refleksi yang lebih dalam.

Memasuki Buana Panca Tengah, fokus bergeser pada dinamika kehidupan sehari-hari. Trek seperti “Uleman”, “Talaah”, dan “Sonten” merefleksikan ritme keseharian, mulai dari interaksi sosial hingga momen-momen personal yang sederhana. Di bagian ini, pendekatan musikal terasa lebih membumi, dengan groove yang lebih terasa dan struktur yang lebih dinamis, menggambarkan pergerakan hidup yang terus berjalan.

Sementara itu, Buana Larang menghadirkan nuansa yang lebih gelap dan introspektif. Melalui komposisi seperti “Pileuleuyan”, “1971”, “Panon Poe”, dan “Waas”, Basajan mengeksplorasi tema perpisahan, kehilangan, serta penerimaan terhadap kefanaan. Eksperimen bunyi yang lebih berani dan emosional memperkuat suasana reflektif di fase ini, memberi dimensi lain dalam keseluruhan narasi album.

Band Basajan album Béwara

Secara musikal, ‘Béwara’tetap berpijak pada identitas khas Basajan yang mereka sebut sebagai Priangan Psychedelic Groove. Perpaduan antara ritme yang groovy, tekstur psikedelia, serta nuansa musikal Sunda menjadi fondasi utama dalam album ini. Kontribusi Rezki Delian pada sektor perkusi turut memperkaya lapisan ritmis, menciptakan dinamika yang lebih hidup sepanjang album.

Dari sisi visual, ‘Béwara’ hadir dengan pendekatan estetika yang kuat. Identitas visual dirancang oleh Donatian Argil Saga melalui desain logo, sementara sampul album menampilkan karya Yuri Yeuyanan berjudul “Badai Beureum”.

Lukisan tersebut merepresentasikan pencarian jati diri sekaligus keberanian dalam menyampaikan identitas. Visual ini diperkuat oleh ilustrasi Syahbira Atras yang menggabungkan gaya komik Amerika dengan elemen tradisional Sunda dalam kemasan fisik album.

Béwara bukan hanya kumpulan komposisi instrumental, tetapi juga sebuah upaya Basajan dalam merangkai narasi tentang spiritualitas, keseharian, dan refleksi hidup melalui bunyi. Album ini mempertegas posisi Basajan sebagai salah satu proyek musik yang konsisten menggali identitas lokal dengan pendekatan kontemporer,” ujar Adhit, personel Basajan.

Album ini dirilis melalui Bahasa Ibu Records pada 10 April 2026 dan sudah tersedia di berbagai platform digital, termasuk format unduhan penuh melalui laman resmi label. Untuk format fisik, ‘Béwara’ akan hadir dalam bentuk cakram padat (CD) sebagai rilisan khusus dalam perayaan Record Store Day pada 18 April 2026.

Program Director Bahasa Ibu Records, Kemfau, menyebut bahwa album ini membuka ruang bagi Basajan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Ia juga menyinggung rencana promosi yang mencakup tur ke Jepang serta partisipasi dalam sejumlah festival internasional.

Dengan pendekatan yang menggabungkan tradisi dan eksplorasi modern, Basajan menghadirkan ‘Béwara’ sebagai karya yang tidak hanya mengolah bunyi, tetapi juga menyusun narasi yang berakar pada identitas kultural, sekaligus membuka kemungkinan dialog dengan pendengar lintas konteks.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *