New Tracks
Catatan Gelap Mantra Angin Di Single Perdana “Sampai Gelap Mengepung”
Unit sadcore/folk asal Jakarta, Mantra Angin, resmi memulai langkah awal mereka melalui perilisan single perdana berjudul “Sampai Gelap Mengepung”. Lagu ini menjadi fondasi awal bagi arah musikal sekaligus gagasan yang ingin mereka kembangkan ke depan.
Mantra Angin dibentuk pada Agustus 2025, terinspirasi oleh keinginan untuk merespons kegelisahan yang sering kali muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mereka, musik bukan hanya sarana ekspresi, tetapi sebuah ruang untuk memahami situasi yang sering kali tidak pasti. Vokalis dan gitaris Huda R Alam menggambarkan proyek ini sebagai pencarian kemungkinan baru, baik dalam hal bertemu orang-orang baru maupun menemukan jalan alternatif yang memberikan harapan di tengah ketidakpastian.
“Sampai Gelap Mengepung” disusun dengan pendekatan musikal yang minimalis. Gitar akustik menjadi fondasi utama yang membentuk kerangka lagu, diiringi permainan bass yang mengalir. Sentuhan piano hadir memberi ruang, sementara harmoni vokal ganda menciptakan lapisan emosi yang terasa intim. Keseluruhan aransemen bergerak perlahan, memberi ruang bagi setiap elemen untuk bernapas.
Pendekatan ini terinspirasi oleh tradisi slowcore dan sadcore yang populer di tahun 1990-an. Mantra Angin mengacu pada band-band seperti Bedhead, Low, dan Mojave 3 sebagai referensi penting dalam membangun karakter suara mereka. Dari situ, mereka mengambil pemahaman bahwa keheningan dan ruang dapat memiliki kekuatan yang setara dengan distorsi, sementara tempo lambat justru menambah kedalaman emosional pada setiap lirik.
Secara tematik, lagu ini tercipta dari refleksi atas situasi yang terasa menghimpit dan repetitif.. Dengan gambaran dunia yang tidak pasti, penuh tekanan sosial, dan rasa cemas, “Sampai Gelap Mengepung” menjadi respons terhadap perasaan tersebut, sekaligus usaha untuk memahami ketakutan yang datang dari berbagai arah.
Huda menjelaskan bahwa proyek ini juga berfungsi sebagai ruang untuk melepaskan beban sekaligus mencari jeda. Ia melihat Mantra Angin sebagai tempat untuk melupakan berbagai kecemasan, sekaligus menghadapi kemungkinan bahwa apa yang mereka ciptakan bisa menjadi cerminan dari mimpi dan ketakutan itu sendiri.
Proses kreatif lagu ini berlangsung selama sekitar lima bulan, dilakukan secara bertahap di tengah kesibukan masing-masing personel. Dari beberapa materi yang dikembangkan, “Sampai Gelap Mengepung” akhirnya terpilih sebagai karya yang paling merepresentasikan arah awal mereka.
Dalam tahap produksi, Mantra Angin bekerja sama dengan Adi Alam sebagai produser. Dengan latar belakang yang dekat dengan pendekatan folk, Adi diberi kebebasan untuk membentuk karakter suara lagu ini secara menyeluruh. Hasilnya adalah produksi yang terasa organik, dengan nuansa sederhana dan memiliki kedalaman emosional.
Melalui perilisan ini, Mantra Angin mengajak pendengar untuk masuk ke dalam ruang dengar yang lebih tenang. “Sampai Gelap Mengepung” hadir sebagai tempat singgah di tengah situasi yang bergerak cepat dan sering kali tidak terduga.
Dirilis secara mandiri dan tersedia di berbagai platform digital sejak 4 Maret 2026, single ini menjadi titik mula bagi Mantra Angin dalam membentuk identitas mereka di ranah musik independen.
