New Albums

Cherish Bawa Catatan Harian Ke Dalam EP “Daily of Pretty Mess”

Diterbitkan

pada

Cherish

Unit pop asal Yogyakarta, Cherish, memperkenalkan diri lewat EP perdana bertajuk ‘Daily of Pretty Mess‘ yang dirilis melalui Bandcamp. Beberapa hari sebelumnya, rilisan ini sudah lebih dulu hadir dalam format kaset edisi terbatas di Record Store Day Yogyakarta untuk memberi pengalaman awal yang terasa lebih intim bagi para pendengarnya.

EP ini berisi lima lagu, yaitu “Intro”, “Silent Admirer”, “Can I Annoy You Forever?”, “Candy Kisses”, dan “Favorite Bar”, yang menggambarkan kegelisahan sehari-hari hingga momen reflektif yang terasa lebih personal. Cherish mengemas setiap lagu seperti potongan catatan harian, berisi perasaan yang kadang terpendam, hubungan yang menggantung, serta hal-hal kecil yang sering terlewatkan.

Cherish terbentuk dari lingkungan tongkrongan kos di kawasan timur Yogyakarta. Dengan formasi enam personel: Jane (vokal), Yudha dan Zul (gitar), Amik (bass), Gaby (keyboard), serta Hafid (drum), mereka menghadirkan karakter yang ringan tapi tetap memiliki sisi reflektif. Mereka merangkai melodi lembut dengan lirik yang sederhana, kadang jenaka, tetapi tetap menyimpan nuansa melankolis yang terasa tulus.

Band Cherish

Dalam proses produksinya, materi EP ini direkam di Watchtower Records, dengan tahap mixing dan mastering yang dikerjakan oleh Bable Sagala. Hasil akhirnya terdengar hangat dan cukup lapang, memberi ruang bagi setiap instrumen dan vokal untuk bersinar tanpa terasa berlebihan. Pilihan produksi ini memperkuat kesan bahwa materi yang mereka bawa tidak dipaksakan rapi, melainkan dibiarkan tumbuh secara organik.

Sisi visual EP “Daily of Pretty Mess” digarap oleh Farhan Rizki melalui artwork yang menangkap gagasan utama rilisan ini: keindahan yang muncul dari kekacauan kecil sehari-hari. Visual itu sejalan dengan cerita yang dibawa musiknya: tak selalu rapi, namun tetap menyimpan pesona tersendiri.

Melalui ‘Daily of Pretty Mess’, Cherish menunjukkan arah musikal yang berfokus pada kejujuran. Mereka tidak berusaha untuk tampil sempurna, tetapi merayakan ketidaksempurnaan sebagai bagian dari pengalaman manusia. Dari sini, Cherish membuka kemungkinan perjalanan panjang, dengan identitas yang perlahan terbentuk melalui cerita-cerita sederhana yang mereka bagikan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *