New Tracks
Contrecoup Hadirkan Kontras Emosi Di Maxi Single “Sanity/Suffering”
Dengan segala kemajuan teknologi hari ini, generasi musik di era sekarang memiliki kemewahan yang tidak dimiliki generasi sebelumnya: akses tanpa batas terhadap referensi. Satu klik saja sudah cukup untuk menelusuri arsip rilisan lawas, menemukan inspirasi dari skena internasional, hingga mempelajari cara kerja musisi di belahan dunia lain. Internet menjadikan batas geografis nyaris tak berarti, termasuk bagi band-band muda yang lahir dari kota-kota di luar radar industri musik besar.
Di Palembang, geliat pop punk belakangan terasa semakin variatif. Beberapa unit muda muncul dengan pendekatan yang baru, terhindar dari stereotipe usang yang sering melekat pada genre ini. Salah satunya adalah Contrecoup, band yang dalam waktu singkat berhasil mencuri perhatian lewat kejelian mereka meracik energi melodic hardcore dengan nuansa pop punk yang manis.
Ada sense of melody yang kuat dalam karya mereka, membuat musiknya tidak hanya bertenaga tapi juga mudah dicerna. Sekilas, pengaruh dari nama-nama seperti CIV, Knuckle Puck, No Pressure, hingga New Found Glory bisa tercium, namun tetap ada identitas yang mereka bawa sendiri.
Ketertarikan terhadap Contrecoup pertama kali muncul lewat single debut “Dazzle” yang dirilis di penghujung 2023. Setahun setelahnya, mereka menegaskan keberadaannya dengan mini album “Ate with No Crumbs” yang dilepas dalam format kaset pita melalui Ear to Ear. Rilisan fisik tersebut terasa seperti pernyataan sikap: band ini punya keseriusan dan kecintaan terhadap akar budaya DIY yang lekat dengan musik punk.
Langkah berikutnya datang pada 8 Agustus 2025, ketika Contrecoup merilis maxi single berisi dua lagu, “Sanity” dan “Suffering” melalui Youth Generator Records. Kali ini mereka membuka akses lebih luas dengan format digital, mempertemukan lebih banyak pendengar dengan karya mereka. Dua lagu ini menunjukkan sisi berbeda dari band, seolah menjadi eksperimen kecil sebelum menuju album penuh.
“Sanity” hadir sebagai track pembuka dengan tempo cepat dan aura penuh semangat. Enerjik, menggelegar, dan tipikal anthem yang mengundang singalong di panggung kecil maupun ruang-ruang gigs bawah tanah. Di sisi lain, “Suffering” diposisikan sebagai kontras total. Dengan aransemen akustik dan kehadiran vokal tamu Noe Marghareta, lagu ini terdengar sendu, pelan, dan sarat ruang kosong. Dari kebut-kebutan penuh adrenalin ke suasana lirih yang kontemplatif, kontras ini justru memperlihatkan fleksibilitas Contrecoup dalam merangkai emosi di dua spektrum ekstrem.
Secara lirik, keduanya saling terkait. “Sanity” menggambarkan upaya untuk berdiri kembali setelah kehilangan, sebuah dorongan untuk keluar dari kepedihan. Sedangkan “Suffering” membawa pendengar ke ranah keraguan, mempertanyakan apakah perpisahan benar-benar membuka jalan menuju kebahagiaan, atau justru menuju penderitaan yang lebih panjang.
Dua lagu ini pada dasarnya bercerita tentang romansa yang kandas, penyesalan, sekaligus fase menerima luka, tema yang sangat akrab dalam tradisi pop punk, tetapi diolah Contrecoup dengan pendekatan emosional yang lebih variatif.
Maxi single ini bukan sekadar rilisan mandiri, melainkan pembuka jalan menuju album penuh yang saat ini tengah mereka kerjakan. Album tersebut akan dirilis dalam waktu dekat, tetap melalui Youth Generator Records.
Jika menilik dari cara mereka mengeksekusi “Sanity” dan “Suffering,” besar kemungkinan album mendatang akan memuat dinamika yang lebih berani, memperlihatkan sisi eksploratif sekaligus konsistensi mereka dalam menjaga identitas melodic hardcore berlapis pop punk.
Contrecoup digawangi oleh Fajar Rizki (vokal), Sandi (gitar), Alfian Ramadhani (gitar), Cahyo Widiasmoro (bass dan vokal latar), serta Fadhil Rachmantyasto (drum). Formasi ini tampak solid, masing-masing memberikan peran jelas dalam meramu karakter band.
Dari rilisan awal hingga maxi single terbaru, mereka membuktikan bahwa Palembang tidak hanya punya penonton musik keras, tapi juga mampu melahirkan band dengan visi dan eksekusi matang. Dengan arah yang sudah mulai terlihat, Contrecoup tampak siap menjadikan album penuh perdananya sebagai langkah besar untuk keluar dari lingkaran lokal menuju panggung yang lebih luas.


