New Tracks
Dari Distorsi Ke Emosi, Pringgo Aryo Tumpahkan Segalanya Di “Sampai Mati”
Musisi Pringgo Aryo kembali merilis karya terbarunya bertajuk “Sampai Mati” yang kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui single ini, Pringgo memperlihatkan arah musikal yang lebih berani dengan pendekatan indie rock dan grunge yang kasar, dipenuhi distorsi, serta ledakan emosi yang terasa intens sejak awal hingga akhir.
“Sampai Mati” mengangkat tema komitmen dalam hubungan yang tidak selalu manis. Lagu ini justru menyentuh sisi yang lebih rentan, membahas hubungan yang bertahan bukan karena kesempurnaan, tetapi karena keputusan untuk tetap bersama meski dalam situasi yang tidak ideal. Narasi ini memberikan ruang untuk interpretasi yang lebih tulus, jauh dari gambaran cinta yang sempurna dan tanpa konflik.
Secara aransemen, lagu ini dibangun melalui riff gitar yang tebal dan bertekstur kasar, dipadukan dengan bassline yang kokoh serta permainan drum yang terasa eksplosif dengan nuansa seperti rekaman live.
Vokal Pringgo disajikan tanpa banyak polesan, terdengar mentah dan emosional, memperkuat karakter lagu yang terasa seperti pernyataan cinta yang penuh perlawanan. Energi yang dihadirkan tidak hanya keras, tetapi juga menyimpan kedalaman emosi yang kuat.
“Ini bukan lagu cinta yang lembut. Ini tentang cinta yang tetap berdiri meski dunia runtuh,” ujar Pringgo Aryo mengenai pendekatan yang ia ambil dalam single ini. Ia menambahkan bahwa proses kreatif lagu ini banyak dipengaruhi oleh pengalaman personal yang tidak selalu nyaman, tapi justru memberi dorongan untuk menulis secara lebih terbuka.
“Kadang hubungan itu berantakan, tapi justru di situ kita tahu apakah masih mau bertahan atau tidak,” katanya.
Dalam proyek ini, Pringgo mengambil kendali penuh atas proses produksi. Ia terlibat sebagai produser, komposer, hingga menangani mixing dan mastering secara mandiri. Selain itu, ia juga memainkan hampir seluruh instrumen yang terdengar dalam lagu, mulai dari gitar, bass, drum, hingga keys.
Proses rekaman dilakukan di Kamarkerja Studio dan Soarsuara Studio, dengan pendekatan yang memberi ruang pada karakter suara yang lebih organik dan tidak terlalu dipoles.
Dari sisi penulisan lirik, Pringgo bekerja sama dengan Pamungkas, yang turut memberikan kontribusi dalam memperdalam emosi dan sudut pandang dalam lagu ini. Kolaborasi tersebut terasa dalam pilihan kata yang langsung dan tidak berputar-putar, selaras dengan energi musik yang diusung.
“Sampai Mati” memperlihatkan sisi lain dari perjalanan musikal Pringgo Aryo yang kini terdengar lebih terbuka dan eksploratif. Ia tidak lagi sekadar bermain aman dalam formula yang sudah dikenal, tetapi mulai mendorong batas dengan pendekatan yang lebih berani, baik dari segi suara maupun cerita yang disampaikan.
