New Albums

Day Of Salvation Ledakkan Kritik Sosial Lewat EP “Ashes The Harmony”

Diterbitkan

pada

Day Of Salvation

Day Of Salvation kembali melontarkan amarah mereka lewat EP terbaru bertajuk ‘Ashes The Harmony‘. Unit metallic hardcore asal Malang ini merilis lima trek yang dipenuhi ledakan riff agresif, tekanan emosional, dan kritik sosial yang terasa tajam sejak menit pertama. Dibawa oleh formasi Ino Al Kaff (vokal), Evan Tegar (gitar), Samid (bass), Ananda Erik (gitar), dan Bheva Danu (drum), rilisan ini tampil sebagai potret kegelisahan terhadap situasi sosial yang mereka anggap semakin rusak dan kehilangan arah.

Di dalam ‘Ashes The Harmony’, Day Of Salvation mencoba menarik berbagai tragedi dan kenyataan sosial ke dalam musik mereka, mulai dari kekerasan terhadap hewan, manipulasi agama, hingga keberanian melawan sistem yang dianggap cacat. Semua dituangkan dalam karakter metallic hardcore yang kasar, penuh tekanan, tapi tetap menyisakan ruang emosional lewat beberapa bagian atmosferik dan trek instrumental yang cukup muram.

Evan Tegar menjelaskan bahwa materi di EP ini banyak terinspirasi dari kisah nyata serta insiden yang terjadi di berbagai tempat. Salah satunya muncul lewat lagu “Remembering” yang mengangkat kisah kekerasan terhadap hewan dan eksploitasi terhadap orangutan Kalimantan bernama Pony. Sementara trek utama “Ashes The Harmony” berbicara tentang kematian seorang aktivis yang berusaha mencari keadilan di tengah tekanan dan kekuasaan yang menindas.

Band Day Of Salvation

Isu yang kami angkat dan ambil ialah dari cerita kejadian atau insiden di suatu tempat,” ujar Evan. “Di lagu “Remembering”, kami mengangkat kisah tentang kekerasan terhadap hewan dan praktik bestiality yang dialami oleh Pony, seekor orangutan dari Kalimantan. Sementara “Ashes The Harmony” menceritakan tentang terbunuhnya seorang aktivis yang berasal dari latar belakang agama manapun yang berjuang untuk keadilan.”

Evan melanjutkan, “Tema ‘When The God Dies’ muncul dari keprihatinan melihat banyak orang yang merasa paling benar atas nama agama, tetapi justru mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan “The Outcast”, yang dinyanyikan bersama Anam dari Keep It Real, membahas tentang orang-orang yang terpinggirkan dan dianggap sebagai buangan, tapi tetap memiliki keberanian untuk melawan sistem yang cacat.”

Nuansa gelap dalam EP ini sangat dipengaruhi oleh literasi yang dibaca oleh para personel, terutama vokalis yang banyak menyelami buku-buku filsafat dan pemikiran sosial. Salah satu referensi utama mereka adalah buku “Madilog” karya Tan Malaka. Menurut Evan, buku ini memberikan perspektif tentang realitas material dan bagaimana masyarakat sering terjebak pada simbol, sementara substansi yang sebenarnya justru diabaikan.

Vokalis kami menemukan inspirasi dari beberapa buku favoritnya. Salah satunya yang sangat berkesan adalah ‘Madilog’ yang ditulis oleh Tan Malaka. Itu yang membuat kita semakin yakin bahwa apa yang kita lihat adalah kenyataan materi,” jelas Evan. Ia juga menekankan bagaimana agama sering kali digunakan sebagai topeng untuk kepentingan tertentu, sementara isu-isu besar di masyarakat sering kali terabaikan.

Band metallica Hardcore Day Of Salvation

Secara musikal, Day Of Salvation terdengar lebih liar dibanding materi sebelumnya. Mereka menggabungkan pengaruh eurocore dengan American hardcore dalam struktur lagu yang padat, penuh breakdown, dan riff yang terasa kasar. Perubahan itu diakui Evan sebagai salah satu pembeda utama dibanding rilisan mereka terdahulu.

Yang membedakan karya sekarang dengan yang sebelumnya adalah penggabungan antara Eurocore dan American Hardcore dalam bentuk referensi fusion,” katanya.

‘Ashes The Harmony’ juga memperlihatkan bagaimana Day Of Salvation tidak hanya bermain di wilayah agresi. Ada lapisan atmosfer muram dan tekanan emosional yang membuat EP ini terasa lebih gelap. Kehadiran Anam dari Keep It Real di lagu “The Outcast” turut memberi dorongan energi tambahan pada trek penutup yang terdengar paling konfrontatif.

EP ‘Ashes The Harmony’ resmi dirilis pada 15 Mei 2026 dan sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Setelah perilisan ini, Day Of Salvation juga berencana untuk menggelar rangkaian tur guna memperkenalkan materi terbaru mereka langsung kepada publik.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *