Connect with us

Featured

EPILOG Tembus Ke Posisi 5 Di Chart Indonesia Viral 50 Spotify Indonesia

Published

on

Satu minggu setelah merilis Epilog (Epilog rilis pada 28/2 lalu), antusiasme teman-teman yang mendengarkan single perdana kami, Epilog, ternyata sangat besar. Bahkan, antusiasme tersebut hingga memberi dampak yang luar biasa untuk kami. Pada Selasa (7/3) lalu, Epilog tercatat masuk di dalam chart Indonesia Viral 50 versi Spotify Indonesia dan berada di peringkat 5, berada di bawah single The Chainsmoker feat. Coldplay, Zedd feat. Alessia Cara, Sekar Teja, dan Linkin Park.

Viralnya Epilog, sama sekali tidak pernah kami prediksi sebelumnya, bahkan untuk sekedar berekspektasi bisa didengarkan sampai 1000 kali pun tidak, namun nyatanya, belum genap satu minggu dirilis, Epilog tercatat di-play lebih dari 17.000. Sejujurnya, kami sama sekali tidak memiliki strategi khusus untuk bisa viral di Spotify.

“Nggak ada strategi apa-apa sih. Konten khusus juga nggak. Niatnya cuma mau berbagi edukasi aja, supaya kita sama-sama menghargai karya lewat mendengarkan musik secara legal,” ujar Boniex, vokalis.

“Yap, betul ada yang dibilang Boniex, kami memang membuat konten review dan reaction sebelum Epilog rilis, itu hanya sebagai cara kami memaksimalkan cara promosi murah dan efisien, lewat social media. Ketika Epilog rilis, dan hasilnya bisa seperti ini, itu diluar dugaan kami. Bahkan, kami tidak pernah memasang promote di Instagram apalagi Spotify, itu semua murni berkat antusiasme para pendengar, benar-benar capaian secara organic,” tambah Rian, sang bassist.

Lebih lanjut, Eirene ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk para teman-teman yang telah mendengarkan Epilog, dan juga tentunsya rekan-rekan media yang juga turut memberi dukungan dengan pemberitaannya setelah Epilog rilis. Sungguh itu sangat berarti untuk kami.

“Intinya, kami ingin mengabarkan hal ini untuk mengucapkan terima kasih, tanpa ada niat untuk pamer atau hal lain. Kami sadar, kami adalah band baru, yang bahkan belum pernah manggung dan masih berkutat dalam proses rekaman. Dengan segala kerendahan hati, sekali lagi, saya dan teman-teman ingin mengucapkan terima kasih,” pungkas, Salt, gitaris Eirene.

PROFIL EIRENE

Awal mula terbentuk Eirene telah dimulai sejak akhir 2015, pada saat itu, Boniex telah pindah ke Jakarta untuk bekerja, dan bertemu dengan Faisalt yang juga sudah menetap di Ibukota. Keduanya berasal dari Bandung, dan sebelumnya pernah punya project musik masing-masing, Boniex dengan For Revenge, dan Salt dengan Danger Ranger (Salt juga pernah di For Revenge formasi awal), yang akhirnya mereka tinggalkan karena harus bekerja di Jakarta.

Hingga akhirnya lewat jalur pertemanan, ada Rian Sidik dari False Diary, dan Orico dari Stereo Wall yang melengkapi genapnya jumlah mereka dan lahirlah Eirene.

“Nggak ada alasan khusus. Saya cuma mau melakukan apa yang saya suka. Kebetulan ada yang ngajak. kebetulan saya kenal baik dengan mereka. Dan kebetulan, apa yang saya suka, mereka juga suka. Lagi-lagi, hidup adalah memilih dan mengambil keputusan,” ujar Boniex, tentang alasannya kembali bermusik.

Selain Boniex, ketiga personil Eirene masih memiliki project dengan band mereka terdahulu, seperti Salt dengan Sugar Pop, Rian dengan False Diary, dan Orico bersama Stereo Wall.

“Teman-teman di stereowall selalu mendukung apapun kegiatan gue di luar Stereo Wall. Gue biasa jadi additional player untuk band-band lain dan yang sekarang ini soal gue bikin band lagi (Eirene) mereka masih mendukung aja, selama nggak ganggu jadwal Stereo Wall semua aman-aman aja, masih bisa diatur lah,” ujar Orico, yang juga diamini oleh Salt dan Rian.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *