Music News

HKBU Siapkan Konser Orkestra Berbasis Teknologi, Libatkan Robot Sophia Di Panggung

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Robot Sophia
Robot Sophia (credit: BOSS)

Universitas Baptis Hong Kong, atau yang lebih dikenal sebagai Hong Kong Baptist University (HKBU), memperkenalkan konsep konser orkestra tahunan mereka untuk tahun 2026 dalam sebuah konferensi pers yang diadakan baru-baru ini.

Acara ini menampilkan konsep inovatif dalam pertunjukan musik klasik yang kini tidak hanya berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Dengan konsep ini, HKBU berusaha memberikan pengalaman multisensori yang mengajak penonton untuk menjelajahi cara baru dalam menikmati musik secara langsung.

Sebagai bagian dari perayaan 70 tahun berdirinya, konser yang bertajuk “HKBU Symphony Orchestra Annual Gala Concert 2026” akan diadakan di East Kowloon Cultural Centre, sebuah pusat kebudayaan baru di Hong Kong yang dirancang sebagai ruang pertunjukan berbasis seni dan teknologi. Pertunjukan ini akan menjadi salah satu penampilan orkestra pertama di venue tersebut yang menggabungkan musik, teknologi visual, dan kecerdasan buatan dalam satu panggung.

robot humanoid Sophia dalam Konser Orkestra

Robot humanoid Sophia (credit: BOSS)

Selama beberapa tahun terakhir, HKBU telah dikenal aktif dalam mengembangkan konsep lintas disiplin antara seni dan teknologi. Setelah bereksperimen dengan teknologi gelombang otak dalam konser edisi 2025, tahun ini mereka melanjutkan inovasi dengan tema “Live Music ReIMAGINEd”. Pendekatan ini menggabungkan komposisi klasik dengan musik dari video game dan film, dilengkapi dengan visual berbasis teknologi yang dirancang untuk menciptakan pengalaman imersif.

Salah satu sorotan utama dari konser ini adalah kehadiran robot humanoid Sophia yang dikembangkan oleh Hanson Robotics. Sophia dijadwalkan untuk membawakan tiga lagu dengan iringan orkestra secara live. Dengan kemampuan ekspresi wajah dan kontrol vokal yang sangat presisi, penampilannya diharapkan dapat memberikan dimensi baru dalam hubungan antara manusia dan mesin di panggung seni pertunjukan.

Penggarapan materi untuk Sophia melibatkan kerja sama antara tim akademisi HKBU dan produser musik. Tiga komposisi orkestra diciptakan khusus untuk menyesuaikan dengan karakter vokalnya, dengan pendekatan yang menganggap Sophia sebagai kolaborator, bukan sekadar alat digital. Proses ini menciptakan ruang untuk dialog kreatif antara komposer manusia dan sistem berbasis AI.

The Legend Of Wukong

Konser ini juga akan menampilkan segmen “The Legend of WuKong”, yang terinspirasi dari video game Black Myth: Wukong. Dalam pertunjukan ini, mahasiswa HKBU akan menampilkan tarian langsung di atas panggung, sementara avatar virtual akan ditampilkan di layar sebagai bagian dari narasi visual. Konsep ini berusaha menghubungkan ingatan kolektif penonton terhadap budaya populer dengan format orkestra.

Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun universitas, konser ini juga akan memperkenalkan komposisi baru berjudul “Birthday Variations”. Karya ini menggabungkan berbagai gaya musik dan tema sinematik dalam satu rangkaian yang dinamis.

Visual pertunjukan akan diperkuat dengan kehadiran penari virtual yang bergerak sinkron dengan penari nyata dari City Contemporary Dance Company, memanfaatkan teknologi augmented reality dan motion capture.

Konsep ini menegaskan arah baru dalam pertunjukan orkestra yang tidak hanya berfokus pada aspek musikal, tetapi juga pengalaman visual dan interaksi teknologi. HKBU melihat konser ini sebagai langkah awal dalam membangun format pertunjukan masa depan, di mana batas antara seni, teknologi, dan narasi semakin kabur.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *