New Albums
Kareem Soenharjo Merilis “Tapas”, Album Debut Penuh Yang Bisa Diunduh Gratis
Musisi eksperimental Kareem Soenharjo, yang juga dikenal lewat proyek solo BAP. serta perannya di band kultus BAPAK., resmi merilis album penuh debutnya berjudul ‘Tapas’. Album ini dilepas pada 23 Januari 2026 melalui Bosan Records dengan pendekatan yang jarang ditemui: tersedia untuk diunduh gratis dan bebas disebarluaskan.
‘Tapas’ adalah pernyataan artistik yang lahir dari proses personal yang panjang. Judul album ini diambil dari istilah dalam tradisi Hindu yang berarti “membakar” atau “menderita”. Bagi Kareem, makna tersebut diterjemahkan sebagai dorongan untuk terus melampaui batas diri, melewati fase bangkit dan runtuh dalam hidup, lalu terus ditempa dan dilahirkan ulang dari proses tersebut setiap hari. Filosofi itu menjadi fondasi dari seluruh album.
Materi ‘Tapas’ ditulis selama kurang lebih satu tahun dengan medium sederhana: gitar akustik nilon pinjaman dari pasangannya. Dari instrumen yang intim itu, Kareem meramu komposisi yang bergerak di antara keheningan musik folk dan kemungkinan eksplorasi elektronik. Pendekatan ini menghadirkan suasana yang rapuh sekaligus eksperimental, seolah merekam proses berpikir dan perasaan secara mentah tanpa banyak lapisan perlindungan.
Album ini berisi tujuh lagu dengan durasi total sekitar 19 menit. Di dalamnya, Kareem menelusuri tema-tema berat seperti waktu, relasi yang saling bergantung, kehilangan, kesedihan, depresi, hingga kematian.

Lagu pembuka berjudul “5864” menjadi pintu masuk ke semesta ‘Tapas’. Kareem menggambarkannya sebagai refleksi tentang kesadaran diri dalam skala yang lebih besar, sebuah upaya mempertemukan realitas yang dihadapi dengan harapan yang terus dipertahankan di tengah ketidakpastian.
Sementara itu, lagu penutup yang juga menjadi judul album, “Tapas”, tampil sebagai pengakuan paling jujur dalam keseluruhan rilisan. Di lagu ini, Kareem membuka pengalaman pribadinya dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penggunaan antidepresan, pergulatan dengan citra tubuh dan dismorfia, hingga perasaan terasing dari tubuhnya sendiri. Pengakuan tersebut disampaikan tanpa upaya memperhalus, seolah membiarkan pendengar berhadapan langsung dengan inti kegelisahan yang ingin disampaikan.
Selain muatan emosionalnya, ‘Tapas’ juga menonjol karena prinsip distribusinya. Album ini tidak hanya gratis untuk diunduh, tetapi juga boleh diperbanyak, dicetak ulang dalam format kaset, CD, atau piringan hitam, bahkan dijual kembali oleh siapa pun.
Kareem dan Bosan Records secara sadar memilih pendekatan ini sebagai bentuk kepercayaan pada aksesibilitas musik. Mereka memandang musik sebagai medium yang seharusnya bisa beredar bebas dan dijangkau seluas mungkin, tanpa sekat kepemilikan yang kaku.
Meski demikian, ‘Tapas’ bukan album yang dirancang untuk konsumsi sekilas. Kareem menyebut rilisan ini sebagai pengalaman emosional yang idealnya didengarkan dengan penuh perhatian.
Ia menyadari tidak semua pendengar akan langsung terhubung dengan apa yang ia sampaikan. Namun, ia memilih untuk menghormati kecerdasan audiensnya dan percaya bahwa pendengar mampu menafsirkan musik dan menguliti lirik-lirik yang ia tulis dengan caranya masing-masing.
Dengan ‘Tapas’, Kareem Soenharjo mempersembahkan debut yang tidak hanya memperkenalkan identitas musiknya, tetapi juga pandangannya terhadap proses berkarya dan berbagi. Album ini menjadi arsip personal tentang bertahan, terluka, dan terus bergerak, sekaligus ajakan terbuka untuk mendengarkan tanpa prasangka.
Tapas kini tersedia untuk diunduh secara gratis melalui Bosan Records.


