Music News

“Lintas Resonan” Kembali Digelar, Membuka Ruang Kreatif Yang Meretas Batas

Menghadirkan Unit Musik Portura (Iga Massardi, Coki, Fathia Izzati, Bilal Indrajaya, Enrico Octaviano) di Empat Kota

Diterbitkan

pada

Lintas Resonan

Di tengah gelombang generasi baru yang selalu bergerak, bereksperimen, dan tak pernah betah berada di titik yang sama, kolektif People of the Right Project kembali merumuskan sebuah peristiwa musik yang memusatkan energinya pada kolaborasi. Program itu diberi nama “Lintas Resonan”, sebuah ajang yang dirancang sebagai ruang bagi pelaku dan penikmat untuk saling terhubung, dengan akar lokal sebagai fondasi utama.

Lewat konsep ini, mereka ingin membangun ekosistem kreatif yang hidup dan berkelanjutan, sekaligus memicu lahirnya arah baru dalam lanskap suara dan budaya Indonesia.

Lintas Resonan bukan sekadar rangkaian pertunjukan. Sejak awal, proyek ini diperlakukan sebagai pernyataan sikap, sebuah gerakan yang berani menembus batas—batas estetik, batas geografis, dan batas inspirasi.

Semangat itu sebenarnya sudah diperlihatkan pada edisi sebelumnya di tahun 2024, ketika Lintas Resonan sukses memperjumpakan kolaborasi lintas generasi yang tidak hanya ikonik, tapi juga mencatatkan momen bersejarah: Perunggu X Danilla, Efek Rumah Kaca X Barasuara, serta Sore X Barasuara.

Panggung pertemuan para musisi besar itu menjadi titik penting. Dari sana, terlihat bahwa kolaborasi bukan lagi sekadar program tambahan dalam sebuah festival, melainkan dorongan utama yang membuat eksplorasi musik Indonesia terus bergerak. Tahun ini, semangat itu kembali dihidupkan melalui tema “Meretas Batas”, sebuah upaya untuk memperluas cara kita memaknai musik, baik sebagai medium seni maupun sebagai ruang perjumpaan ide.

Edisi terbaru Lintas Resonan menghadirkan sebuah entitas yang belum pernah ada sebelumnya. People of the Right Project menciptakan sebuah format baru bernama Portura, kelompok musik yang dibentuk khusus untuk memimpin pergerakan ini.

Enam sosok dengan latar dan warna musik yang berbeda disatukan dalam satu laboratorium kreatif: Iga Massardi dari Barasuara, John Paul Patton alias Coki dari KPR dan ALI, Fathia Izzati dari Reality Club, Bilal Indrajaya, Enrico Octaviano dari Lomba Sihir, serta satu nama kejutan yang masih dirahasiakan.

Para penampil Utama di Lintas Resonan

Bersama-sama, mereka merangkai repertoar yang tak lagi terikat pada identitas band maupun genre. Portura akan menampilkan dua hingga tiga karya dari masing-masing anggota, tetapi dalam format baru yang lahir dari dialog kreatif antar mereka. Eksperimen ini dirancang untuk membuka kemungkinan sonik yang lebih luas dan memutus pola-pola lama yang sering kali membatasi.

Buat saya, Lintas Resonan itu kayak laboratorium energi,” kata Iga Massardi. “Di panggung ini, kita bisa main sejujurnya, tanpa pretensi, tanpa batasan antar band. Musik bisa jadi liar, tapi tetap jujur.”

Pengalaman itu bukan hanya dibangun dari musik. Visual artist Arswandaru turut menghidupkan suasana dengan karya visual yang dirangkai secara khusus untuk setiap kota. Karya-karyanya tidak pernah tampil sama, sehingga setiap kota akan mendapatkan pengalaman yang unik. Musik dan visual bertemu, membentuk lanskap yang bergerak dan berubah sesuai energi kolektif yang ada di panggung.

Lintas Resonan tahun ini akan hadir di empat kota, membawa rangkaian program yang dirancang bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga memperkuat ekosistem musik lokal. Di kota-kota ini, People of the Right Project ingin mempertemukan local heroes dan kolektif independen dengan peluang baru. Ruang itu tidak hanya berbentuk panggung, tetapi juga percakapan.

Lewat sesi live podcast, para pelaku seni lintas disiplin berbagi pandangan tentang berbagai isu yang sering mereka hadapi: mulai dari manajemen band, dinamika kerja kreatif, sampai cara menyikapi perkembangan industri hari ini. Suasana diskusinya dibuat cair, interaktif, dan dekat dengan audiens, memberi kesempatan bagi penonton untuk melihat perjalanan para musisi dari sudut yang lebih personal.

Setiap kota juga akan memperlihatkan kekuatan skena lokal melalui penampil-penampil pilihan. Perjalanan ini dimulai di Semarang pada 11 Desember 2025 bersama Pyong Pyong, lalu bergerak ke Bandung pada 8 Januari 2026 bersama Alkateri, salah satu unit alternatif yang sedang naik daun.

Lintas Resonan kemudian melanjutkan perjalanan ke Tangerang pada 15 Januari 2026 bersama Tabraklari, sebelum ditutup di Jakarta pada 22 Januari 2026 dengan The Cottons sebagai penampil lokal.

Kehadiran para band ini bukan sekadar pembuka acara. Mereka membawa identitas kota masing-masing, menunjukkan bahwa energi eksplorasi tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga di ruang-ruang yang jauh dari pusat industri.

Kadang orang pikir musik tumbuhnya cuma di kota besar,” ujar Fathia Izzati. “Padahal justru dari kota-kota yang lebih jauh dari pusat, kita bisa ketemu keberanian yang lebih mentah. Lintas Resonan buat saya adalah ruang untuk menyalakan api itu lagi.”

Bagi Iga, kebebasan artistik adalah alasan utama ia terlibat. “Kita semua punya gaya, punya sejarah masing-masing. Tapi di sini, kita coba meruntuhkan batas itu dan bikin sesuatu yang baru, yang nggak perlu dikotakkan. Buat saya, satu kata yang cocok buat Lintas Resonan itu kebebasan.”

Iksal Harizal dari People of the Right Project menambahkan bahwa tujuan mereka bukan hanya merayakan musik, tapi juga membuka ruang baru untuk komunitas.

Musik selalu bisa menyatukan orang, bahkan melintasi batas yang nggak kelihatan. Lewat Lintas Resonan, kami ingin ikut menghidupkan ruang untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan mendorong semangat eksplorasi. Ini bukan sekadar acara musik, ini penghormatan untuk perjalanan panjang kreativitas Indonesia.”

Lintas Resonan terlaksana dengan dukungan Gudang Garam Signature, yang kembali mengambil peran dalam mendukung pergerakan kreatif lokal di berbagai lini. Kolaborasi lintas ekosistem ini diharapkan dapat mengarahkan munculnya gerakan seni yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat besar yang dibawa tema “Meretas Batas”.

Acara Lintas Resonan

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *