International
Man/Woman/Chainsaw Luncurkan Single “Nosedive” Sebagai Pembuka Album Debut
Band art-punk asal London, Man/Woman/Chainsaw, mengumumkan album debut mereka bertajuk ‘Cannonball‘ yang dijadwalkan rilis pada 7 Agustus melalui Fiction Records, label yang juga menaungi nama-nama seperti The Cure, St. Vincent, dan The Horrors. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, mereka juga merilis single terbaru berjudul “Nosedive”, yang menjadi salah satu gambaran awal dari arah musikal album ini.
“Nosedive” direkam di RAK Studios dengan produser Seth Evans dan Margo Broom, yang sebelumnya telah bekerja sama dengan band ini dalam beberapa rilisan yang masuk dalam playlist BBC Radio 6 Music, seperti “Adam and Steve” dan lagu pembuka album, “Only Girl”. Dalam “Nosedive”, Man/Woman/Chainsaw menyajikan komposisi hampir enam menit yang didominasi oleh suara synthesizer, menciptakan lanskap suara yang luas dan intens.
Vokalis utama Emmie-Mae, yang berbagi peran vokal dengan dua anggota lainnya di album ini, menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari keinginan yang saling bertentangan dalam sebuah hubungan.
“Ini adalah lagu tentang keinginan untuk merasakan kenyamanan sekaligus kebebasan dalam hubungan, diibaratkan dengan seekor burung yang terluka dan membutuhkan perlindungan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa lagu ini sengaja dibuat lebih ritmis dan mudah diikuti, sehingga menciptakan perubahan nuansa seiring berjalannya lagu, seolah menggambarkan proses bangkit dan kembali terbang.

Man/Woman/Chainsaw (credit: Sophie Barloc)
Secara musikal, “Nosedive” memperlihatkan bagaimana band ini mengolah emosi menjadi dinamika yang bergerak. Dari bagian yang terasa rapuh, lagu ini perlahan berkembang menuju energi yang lebih terbuka, tanpa kehilangan ketegangan yang menjadi fondasinya. Pendekatan ini memberi gambaran tentang bagaimana “Cannonball” kemungkinan akan mengeksplorasi spektrum emosi yang luas.
Man/Woman/Chainsaw terbentuk ketika para anggotanya masih berusia 16 tahun, dimulai dari studio yang berada di sebuah bangunan bekas rumah pendeta yang dialihfungsikan. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, termasuk mencatatkan pertunjukan penuh di Scala dan menjalani dua tur utama di Inggris.
Mereka juga sempat tampil dalam sesi live untuk KEXP dan BBC 6 Music bersama Steve Lamacq, serta melakukan debut di festival South by Southwest di Austin.
Album “Cannonball” akan memuat sebelas lagu dan tersedia dalam beberapa format fisik, termasuk vinil eco-mix hitam, edisi terbatas berwarna berry dengan tanda tangan, serta rilisan eksklusif dari Rough Trade berupa piringan biru dan transparan dengan tambahan bonus. Setelah perilisan album, band ini juga dijadwalkan untuk tur utama di Inggris dan Irlandia pada bulan September hingga Oktober mendatang.

