Mengungkapkan Kekecewaan Lewat “Almost”, Debut Single Steffani BPM

0
55

Almost” adalah karya serius pertama dari karir solo Steffani BPM. Penyanyi asal Malang ini sebelumnya banyak terlibat di proyek kolaborasi dengan rekan musisi sekota seperti Beeswax, Coldiac, Christabel Annora, hingga Unda Undi. Setelah sering mengunggah karya orisinil maupun cover-nya di Soundcloud, Steffani BPM menyatakan keseriusannya dalam bermusik lewat perilisan “Almost”.

“Perbedaan yang paling kentara dari karya terbaru saya mungkin terletak di kualitasnya. Dulu ngerekam lagu asal aja, banyak yang bocor juga. Sekarang lebih serius dengan proses produksi dibantu oleh Yallfears,” ungkapnya.

Diterjemahkan secara harfiah, “Almost” yang berarti ‘hampir’ mewakili kekecewaan Steffani BPM saat seseorang yang ia sukai tidak ingin melakukan komitmen serius dengannya. “Pernah deket sama cowo, kayaknya udah mau jadian, tapi tiba-tiba ia menyatakan kalau dia tidak siap menghadapi emosi orang lain. Itu pengalaman pertama aku ditolak tepat saat berulang tahun ke-25 dan langsung patah hati dong, maka lahirlah ‘Almost’ dengan lirik yang menceritakan seseorang yang hampir jadi my someone special,” cerita Steffani.

Apabila pendengar sudah mengikuti karya Steffani sebelum ini, maka gadis yang mahir memainkan ukulele ini lebih sering membawakan kompisisi folk dan pop. “Almost” menjadi titik balik baginya karena di lagu ini ia membawakan genre soul, R&B, dengan sentuhan elektronik. Steffani mengaku jenuh dengan genre musik yang dahulu ia tekuni, namun menekankan bahwa karya barunya tetap membawa ciri khas Steffani yang selama ini telah dikenal.

Di bawah naungan Yallfears, Steffani BPM menemukan orang-orang yang tepat untuk menghasilkan karya yang ia inginkan. Di lagu ini, gadis berkacamata ini juga mengambil tantangan lebih dengan menampilkan nada-nada tinggi yang memerlukan teknik vokal prima.

Memakan waktu hampir satu bulan dalam proses perekaman hingga mixing mastering, single ini akhirnya siap dilepas ke khalayak luas lewat berbagai jaringan radio di kota Malang dan layanan streaming digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Deezer, dan gerai digital lainnya mulai tanggal 22 Februari 2019. Ia berharap di dalam waktu dekat dapat membawakan lagu ini lewat format live dengan formasi full band. Semoga!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here