New Tracks
Menuju Album Debut, Sky Sucahyo Rilis Single Pembuka “Pretty Ugly”
Setelah cukup lama tak merilis materi baru, Sky Sucahyo kembali dengan single teranyar berjudul “Pretty Ugly”. Lagu ini menjadi pembuka untuk album debutnya, ‘Foreign Language’, yang sedang ia siapkan sebagai rangkuman perjalanan emosional selama beberapa tahun terakhir.
Dirilis bertepatan dengan Hari Valentine, “Pretty Ugly” justru tidak mengisahkan tentang romansa yang manis. Sky menjelaskan bahwa lagu ini berasal dari fase ketika ia merasa tidak menjadi versi terbaik dari dirinya.
Ia mengenang momen-momen bangun pagi dengan rasa bersalah dan kecewa terhadap diri sendiri, memikirkan kejadian malam sebelumnya yang membuatnya sulit merasa bangga. Tapi di tengah perasaan tersebut, orang-orang terdekat tetap hadir, memberikan dukungan tanpa banyak syarat.
Dari situ, “Pretty Ugly” berkembang menjadi ekspresi yang jujur. Di satu sisi, lagu ini mengandung kritik terhadap diri sendiri, bahkan terkesan keras. Di sisi lain, ada nuansa terima kasih yang tersirat untuk mereka yang tetap tinggal dan memberikan dukungan. Sky menyebutnya sebagai semacam penghormatan kecil untuk lingkar terdekatnya, sambil tetap mempertahankan nada pengakuan yang apa adanya.
Pendekatan personal bukanlah hal baru dalam karya Sky Sucahyo. Ia dikenal suka mengolah pengalaman pribadinya menjadi lirik yang terasa dekat dengan pendengar. Oleh karena itu, “Pretty Ugly” dipilih sebagai pengantar menuju album ‘Foreign Language’ dengan pertimbangan yang matang.
Sky menggambarkan album ini sebagai kompilasi berbagai ketidakpastian yang ia rasakan, mulai dari masalah cinta, karier, hingga relasinya dengan diri sendiri. Ia berharap lagu-lagu dalam album ini dapat memberikan rasa keterhubungan dan ketenangan bagi pendengar yang mungkin sedang mengalami fase serupa. Baginya, setiap orang sejatinya menjalani hidup untuk pertama kalinya, dengan segala kebingungan yang menyertainya.
Proses pengerjaan ‘Foreign Language’ memakan waktu yang cukup lama. Sky mengakui bahwa sebagian materi di dalamnya telah ia tulis sejak bertahun-tahun lalu. Ia kini melihat lamanya proses tersebut sebagai bagian alami dari perjalanan kreatifnya.
Lewat “Pretty Ugly”, ia juga ingin menyampaikan bahwa perasaan bisa berubah seiring waktu. Emosi yang terasa sangat kuat di satu momen belum tentu memiliki bobot yang sama di masa yang akan datang. Perubahan itu bukan berarti seseorang kehilangan jati diri, melainkan cerminan bahwa emosi selalu terikat pada konteks waktu.
Single ini dirilis di bawah naungan FFWD Records dengan Microgram sebagai manajemen. Dalam proses produksinya, Sky bekerja sama dengan produser Daniel Hasudungan, yang membantunya menerjemahkan visi dan gagasan lama menjadi bentuk yang lebih utuh.
Ia juga didukung Fernanda Gunsan pada drum, serta sejumlah kolaborator lain seperti Johanes Abiyoso yang menangani rekaman, mixing, mastering, sekaligus mengisi bass, Buggy Adrianto pada drum, dan Rizal Polii pada trumpet.
Kini “Pretty Ugly” sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui lagu ini, Sky Sucahyo membuka lembaran baru menuju album debutnya, menghadirkan pengakuan yang jujur tentang rasa tidak nyaman terhadap diri sendiri, sekaligus penghargaan untuk mereka yang tetap bertahan di sekitarnya.
