New Tracks
Perang Batin Rilis “Pelukan Rumah”, Lagu Untuk Jiwa Yang Ingin Rehat
Unit musik Perang Batin kembali merilis karya terbaru bertajuk “Pelukan Rumah”. Lagu ini terinspirasi dari momen-momen sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti perjalanan pulang setelah hari yang melelahkan.
Melalui lagu ini, mereka menggambarkan rutinitas yang familiar bagi banyak orang, mulai dari berpamitan dengan rekan kerja, menyalakan motor tua, hingga melintasi jalanan yang mulai diselimuti cahaya senja. Dari situ, muncul rangkaian pikiran yang mengembara, disertai keinginan kecil untuk segera sampai di tempat yang terasa aman.
Ditulis oleh Arlan Djoewarsa, “Pelukan Rumah” memandang rumah bukan hanya sebagai bangunan fisik, melainkan ruang untuk memulihkan diri. Di tengah tekanan dan tuntutan yang datang silih berganti, rumah hadir sebagai titik kembali, tempat seseorang bisa menyusun ulang dirinya setelah seharian menghadapi dunia. Lirik-liriknya sederhana dan dekat dengan pengalaman banyak orang, tanpa metafora yang rumit atau dramatis berlebihan.
Salah satu gambaran yang muncul dalam lagu ini adalah harapan agar hujan menunda kedatangannya. Harapan kecil ini mungkin terdengar sepele, tetapi menyimpan makna yang lebih dalam: keinginan agar perjalanan pulang berlangsung tenang, tanpa hambatan, hingga akhirnya sampai di tujuan. Di tangan Perang Batin, momen ini terasa tulus dan apa adanya, seperti potongan percakapan batin yang sering muncul saat seseorang berjalan sendirian.

Secara musikal, “Pelukan Rumah” menyuguhkan aransemen yang hangat. Instrumen disusun dengan cara yang sederhana, memberikan ruang bagi lirik untuk bernafas. Nuansa reflektif sangat terasa, tapi tidak sampai memberikan kesan muram. Lagu ini mengalir seperti sebuah perjalanan: perlahan, stabil, dan penuh ruang untuk merenung. Tidak ada ledakan emosi yang berlebihan, melainkan ketenangan yang tumbuh sedikit demi sedikit.
Perang Batin lahir dari kegelisahan yang nyata. Mereka menganggap diri sebagai pejuang hidup yang terus berkarya untuk bertahan dan menjawab panggilan batin. Sejak masa pandemi, para personelnya memilih untuk tetap berjalan bersama, mengolah keresahan menjadi lagu. Bagi mereka, musik bukan hanya produk hiburan, melainkan medium terapi dan cara menjaga kewarasan di tengah riuhnya realitas.
Dalam setiap karya, termasuk “Pelukan Rumah”, terselip berbagai emosi: keluhan, amarah, sindiran, hingga semangat untuk terus melangkah. Lagu ini terasa seperti ajakan diam-diam bagi siapa pun yang sedang berjuang di dalam dirinya, bahwa perjalanan pulang, sejauh apa pun, selalu memiliki tujuan.
“Pelukan Rumah” kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. Bagi mereka yang sedang berada di jalan, baik secara fisik maupun emosional, lagu ini hadir sebagai kawan yang setia dan menenangkan.