New Albums

Rasyiqa Merilis Album Debut ‘Reckless (the album)’, Catatan Perjalanan Dari Luka ke Pemulihan

Dengan nuansa pop rock yang hangat, musik Rasyiqa terasa akrab, seperti potongan soundtrack film rom-com era 2000-an

Diterbitkan

pada

Rasyiqa
Rasyiqa (Photo by Stephany Azali)

Penyanyi-penulis lagu asal Jakarta, Rasyiqa, resmi memperkenalkan karya panjang pertamanya lewat album debut berjudul ‘Reckless (the album)’. Album ini berisi 14 lagu yang dirangkai seperti lembaran buku harian, mencatat patah hati, rasa sakit, harapan, dan kekuatan yang tumbuh di dalamnya.

Dengan nuansa pop rock yang hangat, musik Rasyiqa terasa akrab, seperti potongan soundtrack film rom-com era 2000-an, di mana tokoh utama sering terjebak dalam overthinking sebelum akhirnya menemukan langkah menuju pendewasaan diri.

Proses panjang album ini bermula sejak 2021 ketika Rasyiqa merilis lagu pertamanya “Reckless” bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-25. Niat awalnya sederhana: memberi hadiah untuk diri sendiri. Namun satu lagu itu membuka pintu yang lebih besar.

Awalnya cuma satu lagu,” kenangnya, “terus jadi dua, terus jadi tiga. Lama-lama, rasanya seperti gue nulis hal-hal yang nggak pernah bisa gue omongin dengan kata-kata.” Dari sana, benih album ini mulai tumbuh.

Solois Rasyiqa

Selama dua tahun berikutnya, dari 2021 hingga 2023, Rasyiqa menuliskan kisah-kisah yang berangkat dari momen reflektif. Setiap lagu terasa seperti catatan pribadi yang tak pernah ia kirim, entah berupa jurnal lama, SMS yang tak terkirim, atau adegan film imajiner yang ia harap bisa dialami.

Dari sisi tema, spektrum emosi yang ditawarkan cukup luas: amarah dan frustrasi di “Get Up (Get Out!)”, kesunyian yang lirih dalam “2:15 (Steph’s Song)”, sampai titik jenuh yang mencapai puncaknya di “I’ve Had Enough”.

Di sisi lain, “Just Like That” dan “Two Shades of Blue” membuktikan bahwa Rasyiqa masih punya ruang untuk jatuh cinta, sehingga albumnya tidak tenggelam dalam nuansa muram semata. Ada pula “Surreal”, single terakhir sebelum album dirilis, yang ditujukan sebagai surat cinta untuk orang-orang yang membuatnya merasa aman untuk membuka diri.

Bagi Rasyiqa, album ini lebih dari sekadar dokumentasi patah hati. “Meski berawal dari satu pengalaman patah hati, tapi lagu-lagu ini bukan tentang itu saja. Album ini hasil dari bertahun-tahun gue nyari tahu siapa diri gue sebenarnya,” ujarnya.

Ia menyebut benang merah album ini adalah cara pandangnya terhadap cinta yang terus berubah. Menulis lagu-lagu ini membantunya melihat pola yang dulu tak ia sadari, sekaligus menjadi cermin untuk perjalanan tumbuh yang ia jalani.

Jika ditarik garis besar, lagu-lagu di ‘Reckless (the album)’ membentuk satu perjalanan emosional yang utuh. Dari rasa bingung menuju kejelasan, dari keinginan untuk selalu dipilih orang lain, hingga akhirnya berani memilih dirinya sendiri. Apa yang tadinya acak, akhirnya menjelma menjadi rangkaian puzzle yang saling melengkapi.

Momentum itu mencapai puncaknya pada lagu utama “Mend This Break”. Ditulis bersama Dennis Ferdinand dan Heston Prasetyo, lagu ini menjadi titik balik yang menandai akhir dari kekacauan. Alih-alih mencari penutup di luar, Rasyiqa menoleh ke dalam, berdamai dengan dirinya yang dulu, dan memutuskan untuk tumbuh.

Penyanyi Rasyiqa

Alasan kenapa gue pilih lagu ini sebagai single utama adalah ‘Mend This Break’ itu kebalikan dari ‘Reckless’,” jelasnya. “Kalau dulu gue masih nunggu seseorang buat lihat gue, di lagu ini gue sadar kalau cinta dan ketenangan itu datangnya dari diri sendiri. Gue nggak nunggu siapa-siapa lagi.”

Secara musikal, album ini diproduseri bersama sejumlah teman sekaligus rekan musisi Rasyiqa. Warna pop, pop-rock, balada, hingga singer-songwriter berpadu dengan nuansa nostalgia yang dipengaruhi oleh sosok-sosok yang mewarnai masa kecilnya seperti Michelle Branch, Paramore era awal, hingga Vertical Horizon.

Vokal Rasyiqa yang jujur dan kadang perih menjadi benang merah yang menyatukan keseluruhan album. Proses produksi digarap oleh Heston Prasetyo, cellosux, Rama Harto, dan Dennis Ferdinand, dengan kontribusi penulisan dari Sade Susanto, Mikha Angelo, Pablo Mzd, dan Andrea Wijaya.

Melalui ‘Reckless (the album)’, Rasyiqa menutup satu fase hidup yang penuh kerentanan sekaligus membuka lembaran baru yang lebih jelas arahnya. Album ini adalah sebuah catatan perjalanan menuju keberanian untuk jujur, bahkan ketika kejujuran itu terasa menyakitkan. Ia berharap karyanya bisa menemani siapa saja yang tengah tersesat, berproses sembuh, atau belajar mencintai dirinya sendiri.

Buat gue, album ini tentang menutup satu bab,” tutup Rasyiqa. “Suara dari seseorang yang dulu terlalu takut kehilangan, dan akhirnya belajar melepaskan. Menurut gue, reckless yang kayak gitu, yang lembut sekaligus berani, mungkin layak disimpan. Pada akhirnya, semua ini cuma tentang belajar jadi versi diri yang lebih baik.”

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *