Music News
Satu Dekade Berkarya, Laleilmanino Hadirkan Konser Kolaboratif
Mensyukuri Dekade Pertama dan Menatap Dekade Selanjutnya, laleilmanino Berkolaborasi dengan Plainsong Live Gelar Konser “laleilmanino & friends”
Laleilmanino, kolektif penulis dan produser musik yang beranggotakan Arya “Lale” Aditya, Ilman Ibrahim, dan Anindyo “Nino” Baskoro, tengah menyiapkan sebuah perayaan besar. Pada 30 Oktober 2025 mendatang, mereka akan menggelar konser bertajuk “laleilmanino & friends” di Istora Senayan, Jakarta.
Bagi ketiganya, konser ini bukan sekadar perayaan sepuluh tahun perjalanan, tetapi juga langkah awal untuk menyongsong dekade-dekade berikutnya dalam karier bermusik.
“Kami ingin terus konsisten berkarya. Konser ini adalah jembatan menuju impian baru. ‘laleilmanino & friends’ adalah perayaan persahabatan, baik dengan para musisi yang pernah bekerja sama maupun dengan pendengar yang memberi arti pada lagu-lagu kami,” ujar laleilmanino dalam keterangan resmi.
Konser ini akan menjadi pengalaman perdana laleilmanino tampil secara eksklusif dengan format penuh, sejak terbentuk pada 2014. Untuk mewujudkannya, mereka menggandeng Plainsong Live, promotor yang sudah berpengalaman menggarap konser-konser besar.
Ferry Dermawan, Program Director Plainsong Live, mengaku sudah lama terkesan dengan penampilan trio ini. “Saya langsung jatuh hati saat melihat energi mereka tampil di 2022. Senang akhirnya Plainsong bisa membawa showcase laleilmanino ke panggung besar. Ini momen istimewa karena mereka tampil sebagai laleilmanino bersama banyak kolaborator. Kami ingin semua orang datang dan menikmati perayaan ini,” kata Ferry.

Laleilmanino (doc. band)
Sejalan dengan judul konsernya, “laleilmanino & friends” akan menghadirkan sederet kolaborator lintas genre dan generasi. Dari total 166 karya yang sudah mereka hasilkan bersama ratusan musisi, sebanyak 18 nama akan hadir di panggung. Armand Maulana, Bunga Citra Lestari, Diskoria, JKT48, Isyana Sarasvati, Salma Salsabil, Tiara Andini, serta grup tempat Laleilmanino bernaung yakni RAN dan Maliq & D’Essentials, menjadi sebagian dari line-up yang diumumkan.
Diskoria, salah satu rekan kolaborasi laleilmanino yang sukses lewat lagu “Badai Telah Berlalu,” melihat konser ini sebagai bentuk apresiasi terhadap luasnya cakupan musikal mereka. “Konser ini menggambarkan betapa kaya spektrum musik laleilmanino. Mereka punya sensitivitas pop yang kuat. Setiap anggota saling melengkapi, rasanya seperti band, hanya saja mereka band yang bekerja di belakang layar,” ungkap Diskoria.
Penjualan tiket yang dibuka pada Selasa (26/8) melalui kanal Plainsong Live langsung disambut antusias. Dalam hitungan jam, 60 persen tiket telah habis terjual, bahkan beberapa kategori dinyatakan sold out.
Tiket konser ini dibanderol dengan harga mulai Rp 288.000 hingga Rp 988.000, belum termasuk pajak dan biaya administrasi. Penonton juga bisa memilih fasilitas LIN Access yang memberikan pengalaman lebih, mulai dari merchandise khusus, akses menonton soundcheck, tur backstage, hingga kesempatan foto dan tanda tangan bersama laleilmanino.
Menjaga semangat inklusivitas, penyelenggara juga menyiapkan area khusus untuk penonton difabel pengguna kursi roda dan pendampingnya. Bagi laleilmanino, perhatian ini menjadi bagian dari upaya menjadikan konser sebagai ruang bersama yang bisa dinikmati semua orang.
Konser “laleilmanino & friends” akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Lale, Ilman, dan Nino. Setelah 11 tahun berkarya dengan catatan 11 penghargaan di tingkat nasional dan internasional, mereka ingin menjadikan konser ini sebagai wujud syukur sekaligus persembahan untuk perjalanan yang telah mereka lalui.
“Kami ingin memuliakan perjalanan bersama lewat konser ini. Lagu kami lahir, para musisi merawatnya, dan pendengar membesarkannya. Ini pengalaman pertama, mungkin juga terakhir dalam format seperti ini. Kami berharap semua orang bisa hadir dan menjadi saksi,” tutup laleilmanino.
Support Gigsplay Dengan Saweria
