Music News

Streaming Musik AI Melonjak, Royalti Artis Terancam?

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Streaming Musik AI
Streaming Musik AI (credit: Vertu)

Gelombang perdebatan seputar kecerdasan buatan di industri musik kembali menguat setelah beredarnya surat terbuka yang mengkritik praktik platform AI generatif tanpa izin. Surat tersebut muncul ketika Suno masih menghadapi gugatan pelanggaran hak cipta dari sejumlah perusahaan rekaman besar dan organisasi hak terkait.

Pada pertengahan 2024, Recording Industry Association of America (RIAA) menggugat Suno dan pesaingnya, Udio, atas dugaan pelanggaran hak cipta dalam skala besar, mewakili tiga label mayor. Sejak itu, Udio telah mencapai kesepakatan dengan Universal Music Group dan Warner Music Group, termasuk perjanjian lisensi untuk pengembangan platform musik AI baru yang dijadwalkan meluncur tahun ini.

Warner Music Group juga sempat menyelesaikan sengketa secara terpisah dengan Suno pada November lalu. Namun, perusahaan AI tersebut masih terlibat proses hukum dengan Universal Music Group dan Sony Music Entertainment, serta sejumlah lembaga hak cipta Eropa seperti Koda di Denmark dan GEMA di Jerman.

Suno - Layanan pembuatan lagu berbasis AI

Suno – Layanan pembuatan lagu berbasis AI

Surat terbuka tersebut menyoroti persoalan mendasar terkait penggunaan AI dalam musik. Penulisnya berargumen bahwa platform generatif tanpa izin berbeda secara fundamental dari gelombang disrupsi teknologi sebelumnya.

Mereka menilai praktik “mengambil alih” katalog musik dunia untuk melatih model AI telah membanjiri platform dengan konten sintetis berkualitas rendah dan menggerus pendapatan royalti artis yang karyanya menjadi sumber data.

Kekhawatiran itu muncul di tengah meningkatnya volume musik berbasis AI di layanan streaming. Data terbaru dari Deezer menunjukkan sekitar 60.000 lagu hasil AI diunggah setiap hari ke platform tersebut. Konten sintetis kini menyumbang sekitar 39 persen dari seluruh musik yang dikirimkan ke Deezer setiap harinya. Meski porsi streaming aktual untuk musik AI masih relatif kecil, sekitar 3 persen dari total pemutaran.

Deezer juga mengungkapkan bahwa hingga 85 persen streaming atas musik AI di platformnya pada 2025 terindikasi sebagai penipuan, naik dari 70 persen pada tahun sebelumnya. Seluruh streaming palsu tersebut didemonetisasi dan dikeluarkan dari perhitungan royalti.

Sebagai perbandingan, tingkat penipuan streaming di seluruh katalog Deezer tercatat 8 persen pada 2025. Platform tersebut menilai tujuan utama pengunggahan musik AI saat ini masih berkaitan dengan praktik manipulasi streaming.

Platform Streaming Deezer

Platform Streaming Deezer

Perdebatan lain yang mengemuka adalah konsep “walled garden” dalam lisensi Musik AI. Paul Sinclair, Chief Music Officer Suno sekaligus mantan eksekutif Warner Music Group, mengkritik sistem tertutup yang membatasi distribusi karya AI di luar platform. Dalam tulisannya di LinkedIn berjudul “Open Studios, not walled gardens”, ia mempertanyakan pendekatan yang diusung Universal Music Group dalam perjanjian lisensi terbarunya.

Model “walled garden” memungkinkan interaksi kreatif dengan musik artis melalui AI, tetapi melarang pengunduhan dan distribusi hasilnya ke platform lain. Udio telah menonaktifkan fitur unduhan dan memberi waktu 48 jam bagi pengguna untuk menyimpan karya sebelum pembatasan berlaku. Warner menerapkan skema serupa dalam kesepakatannya.

Sebaliknya, dalam perjanjian terpisah dengan Warner, Suno tetap mempertahankan fungsi inti, termasuk kemampuan pengguna untuk membuat dan mengunduh lagu. CEO Universal Music Group, Sir Lucian Grainge, dalam memo tahunannya sempat mengingatkan risiko mendukung model bisnis yang tidak menghormati karya artis dan mempercepat pertumbuhan konten AI berkualitas rendah di streaming.

Di tengah tekanan hukum, Suno justru memperkuat jajaran eksekutifnya dengan merekrut nama-nama berpengalaman dari industri musik, termasuk Jeremy Sirota dan Sam Berger.

Pada November lalu, perusahaan itu menutup pendanaan Seri C senilai 250 juta dolar AS dengan valuasi pasca-investasi 2,45 miliar dolar AS. Laporan The Wall Street Journal menyebut pendapatan tahunan Suno telah mencapai 200 juta dolar AS, sebagian besar berasal dari langganan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *