Terapi Urine – Kehidupan Yang Vhana Ini: Total Lawak

1
4107

terapi urine albumFenomena grindcore parody bukanlah barang baru di dunia musik internasional. Band-band sejenis Shyshit, Excrementory Grindfuckers, hingga yang agak serius seperti Birdflesh sudah lama muncul. Di Indonesia sendiri, sangat jarang ditemui band yang mengangkat warna grindcore parody. Banyak unit grindcore yang fokus pada tema seperti anti-rasisme, feminisme, anti-militerisme, sampai anti-kapitalisme, seperti grindcore pada faedahnya.

“Mun rek serius mah S2 weh”, adalah salah satu penggalan deklarasi bahwa Terapi Urine memang hadir untuk bercanda dan bersenang-senang. Album perdana mereka, Kehidupan Yang Vhana Ini, dilabeli “Hati-Hati Musik Syaithon, Butuh Bimbingan” terpampang didepan bersama cover karya Mufti Amenk. Musik nyeleneh dengan artwork garapan seniman yang tak kalah nyeleneh pula. Total lawak.

“Asu”, “Kamilah Terapi Urine”, “Pemuja Seks Bebas”, “Bibi”, hingga “Ken666erian Malam Itu” adalah beberapa nomor pemantik untuk membuat senyum kecil yang berada di garis tipis antara terhibur dan heran ketika menyimak Kehidupan Yang Vhana Ini.

Terapi Urine juga tidak lupa mengangkat fenomena kontemporer seperti dalam “Dedek Dedek Urban”. Atau beberapa bercandaan yang sifatnya long live terdengar di “Kena Gigi Uang Kembali” dan “Bosyen Dech Cyiiin!”.

Musik yang dibawa Terapi Urine pun tergolong lumayan gila. Beberapa sentuhan yang tidak grindcore sama sekali, sesekali terdengar disela-sela nomor padat dengan energi gilas kelas satu yang mereka bawakan. Mufti Amenk pun menggarap sleeve Kehidupan Yang Vhana Ini layaknya komik komedi dewasa. Selaras dengan apa yang dimaksudkan Terapi Urine.

Beberapa tamu pun digandeng untuk berbagi keseruan serta menambah riuh suasana. Morg (Rajasinga), A.L.I.C.E, Rizki Suciana, hingga Bottlesmoker. Lewat Kehidupan Yang Vhana Ini, Terapi Urine mengerti betul bagaimana cara serius dalam bermain-main.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here