New Tracks
Third State Selami Sisi Psikologis Manusia Lewat “Grudge”
Unit rock asal Bandung, Third State, kembali merilis karya terbaru bertajuk “Grudge”, sebuah lagu bernuansa gelap dengan pendekatan sinematik yang kuat. Setelah memperkenalkan identitas mereka lewat debut “Possessive”, kuartet ini kini mengarahkan fokus pada sisi psikologis manusia yang lebih dalam, menggali konflik batin yang berputar tanpa henti bersama rasa dendam.
“Grudge” bukanlah lagu rock biasa. Lagu ini terasa seperti perenungan panjang sekaligus potret karakter seseorang yang terseret dalam kebencian yang tak kunjung padam. Dalam narasinya, dendam digambarkan bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan sesuatu yang hidup, tumbuh, dan seolah berdialog dengan pemiliknya.
Liriknya menempatkan pendengar di tengah pergulatan internal, ketika kebencian perlahan mengambil alih ruang pikir dan mengubah cara pandang terhadap dunia.
Dari sisi musikal, Third State mengambil pendekatan yang cukup berani. Mereka memadukan intensitas heavy music yang keras dengan sentuhan melankolis ala crooner era 1950-an. Hasilnya adalah lanskap suara yang kontras tapi tetap harmonis, di mana vokal yang terdengar rapuh berdampingan dengan aransemen yang tegas dan gelap.
Secara fondasi, “Grudge” tetap berpijak pada rock, tetapi atmosfernya diperkaya oleh inspirasi dari komposisi khas Bernard Herrmann serta nuansa atmosferik yang mengingatkan pada karya Angelo Badalamenti.
Third State ingin menghadirkan kombinasi vokal retro yang rentan dengan aura thriller noir yang mencekam. Gambaran yang mereka ciptakan seperti musik keras yang terlihat rapi, namun menyimpan ancaman di baliknya. Konsep tersebut terasa jelas dalam dinamika lagu yang bergerak dari bagian yang lebih tenang menuju ledakan intens, menciptakan pengalaman mendengarkan yang imersif.
Menurut band ini, “Grudge” menggambarkan bagaimana dendam bisa menjadi teman yang paling setia sekaligus paling merusak. Dendam hadir untuk menemani, tetapi di saat yang sama, ia perlahan-lahan mengikis kendali diri. Tema ini semakin kuat berkat pendekatan produksi yang menekankan ruang dan ketegangan, sehingga pendengar merasa seolah-olah terjebak dalam ruang sempit bersama pikirannya sendiri.
Third State lahir di jantung kota Bandung dan terdiri dari Herta Luqman pada vokal dan bass, Popo pada gitar dan score, Ardsumargono pada gitar, serta Hasbi pada drum dan perkusi. Mereka dikenal menggabungkan energi musik keras dengan eksplorasi artistik yang terukur. Setiap rilisan menjadi upaya untuk mendorong batas kreativitas tanpa kehilangan karakter.
“Grudge” kini telah tersedia di berbagai layanan streaming digital, menunjukkan langkah konsisten Third State dalam menggali sisi gelap emosi manusia melalui medium rock yang sinematik dan penuh intensitas.
