International

Widowspeak Umumkan Album ‘Roses’, Rilis Single Ketiga “Soft Cover”

Diterbitkan

pada

Widowspeak

Duo asal New York City, Widowspeak, kembali menunjukkan arah musikal terbaru mereka lewat single ketiga berjudul “Soft Cover“. Lagu ini dirilis bersamaan dengan video musik yang melanjutkan tema visual dari dua single sebelumnya, dan juga menjadi bagian dari album baru mereka, ‘Roses‘, yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni 2026 melalui Captured Tracks.

Widowspeak terdiri dari pasangan suami istri, Molly Hamilton dan Robert Earl Thomas. Selama lebih dari satu dekade, mereka dikenal dengan perpaduan indie rock, dream pop, dan folk yang mengalun pelan dan penuh atmosfer. Di “Soft Cover”, mereka tetap mempertahankan karakter tersebut, tetapi dengan nuansa yang terasa lebih hangat dan romantis.

Menurut Molly Hamilton, lagu ini menggambarkan perasaan cinta yang tak pernah benar-benar hilang, bahkan setelah hubungan berlangsung lama.

‘Soft Cover’ bercerita tentang rasa jatuh cinta dan lamunan terhadap seseorang di tengah kesibukan sehari-hari. Perasaan itu mungkin justru semakin kuat ketika kalian sudah bersama dalam waktu yang lama,” jelas Hamilton.

Nuansa melankolis yang lembut memang terasa dominan di lagu ini. Gitar yang samar, denting keyboard Rhodes, dan vokal Hamilton yang tenang membuat “Soft Cover” terdengar seperti catatan kecil tentang cinta yang tumbuh diam-diam di sela rutinitas harian.

Duo Widowspeak

Album Roses direkam pada bulan Januari lalu di sebuah studio bernama Old Carpet Factory yang terletak di pulau Hydra, Yunani. Lokasi ini memberikan pengalaman produksi yang unik bagi mereka. Hamilton bahkan menceritakan bagaimana keyboard Rhodes yang digunakan dalam lagu ini harus dikirim dari Athena dengan mobil, lalu dibawa dengan kapal, sebelum akhirnya diangkut ke studio menggunakan keledai.

Cerita unik itu terasa sejalan dengan suasana album yang terdengar organik dan penuh detail kecil.

Video musik “Soft Cover” juga melanjutkan konsep visual yang sudah diperkenalkan dalam dua video sebelumnya. Kali ini, karakter “Singing Telegram Girl” digambarkan sedang berkhayal tentang sosok pria ala Renaissance Faire sambil menghabiskan waktu membaca novel murahan.

Hamilton menyebut Robert Earl Thomas sangat antusias selama proses pembuatan video tersebut karena kecintaannya pada sejarah abad pertengahan. Mereka bahkan memilih kostum yang digunakan selama syuting.

Sebelumnya, Widowspeak telah merilis single “If You Change” dan “No Driver” sebagai pengantar album ‘Roses’. Kedua lagu ini mendapat perhatian besar dari media musik independen karena menunjukkan sisi Widowspeak yang semakin sinematik dan reflektif.

Di luar aktivitas bermusik, kehidupan Molly Hamilton dan Robert Earl Thomas jauh dari kesan glamor industri musik. Hamilton bekerja sebagai pelayan restoran, sementara Thomas berprofesi sebagai tukang kayu. Pengalaman sehari-hari mereka banyak tercermin dalam materi album ini.

Album Roses juga melibatkan beberapa personel tur lama mereka seperti Willy Muse, John Andrews, dan Noah Bond. Sebelum ‘Roses’, Widowspeak terakhir kali merilis album ‘The Jacket‘ pada 2022.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *