Flash News
Yacko Rilis Video Musik “Unbreakable Me”, Angkat Isu Kesehatan Mental Perempuan
Yacko mendefinisikan olah raga lari sebagai sebuah terapi bagi perempuan yang berjuang memulihkan kesehatan mental.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Yacko merilis video musik untuk single terbarunya berjudul “Unbreakable Me”. Lagu yang diproduseri oleh Mardial ini hadir sebagai pernyataan personal sekaligus ruang refleksi tentang kesehatan mental perempuan, dengan lari sebagai medium utama yang diangkat dalam narasinya.
“Unbreakable Me” terinspirasi dari pengalaman dan pengamatan Yacko terhadap realitas yang dihadapi banyak perempuan. Tekanan sosial, stigma, serta tuntutan yang datang dari lingkungan sering kali menempatkan perempuan dalam posisi yang rentan.
Di saat yang sama, persoalan seperti trauma masa lalu, kekerasan, hingga kesehatan mental kerap disimpan sendiri tanpa dukungan yang memadai. Dalam konteks ini, lagu tersebut menyuarakan kebutuhan untuk menemukan ruang aman, sekaligus cara untuk bertahan di tengah situasi yang tidak mudah.
Melalui liriknya, Yacko menggambarkan lari bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi ruang untuk memproses emosi. Setiap langkah menjadi cara untuk melepaskan beban, meredakan kecemasan, hingga membangun kembali hubungan dengan diri sendiri. Lagu ini menempatkan proses pemulihan sebagai sesuatu yang aktif, bukan pasif. Ada usaha yang terus diulang, napas yang dijaga, dan keberanian untuk terus bergerak meski kondisi belum sepenuhnya pulih.
Visual dalam video musiknya memperkuat gagasan tersebut. Yacko melibatkan 18 perempuan pelari dari latar belakang berbeda, menghadirkan gambaran kolektif tentang pengalaman yang mungkin tidak sama, tetapi memiliki titik temu.
Mereka bergerak bersama, berlari di ruang terbuka, memperlihatkan bagaimana aktivitas sederhana bisa berubah menjadi ritual personal. Dalam beberapa adegan, aksi melepas plester hijau muncul sebagai simbol penolakan terhadap diam dan keterbatasan, sekaligus pernyataan untuk berbicara dan bertahan.
Rilisan ini juga terhubung dengan inisiatif yang lebih luas. Yacko dijadwalkan mengikuti Sydney Marathon pada 30 Agustus 2026, sambil membawa misi penggalangan dana untuk isu kesehatan mental perempuan. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke Women’s Mental Health Foundation, yang berfokus pada riset, edukasi, serta program pemulihan.
Melalui kombinasi musik, visual, dan aksi nyata, “Unbreakable Me” diposisikan sebagai medium untuk membuka percakapan yang lebih luas tentang kesehatan mental, sekaligus mengajak pendengarnya melihat bahwa proses pulih bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, termasuk lewat langkah kaki yang terus berjalan.
Bagi Yacko, kekuatan perempuan terletak pada kemampuannya untuk bertahan, mengolah luka, dan terus melangkah, bahkan di saat-saat tersulit.



