Music News

Ash Umumkan Reissue Album ‘1977’ Lengkap Dengan Lagu Tambahan

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

ASH Band

Band rock alternatif asal Irlandia Utara, Ash, resmi mengumumkan perilisan ulang album debut mereka, ‘1977‘, untuk merayakan 30 tahun sejak album tersebut pertama kali dirilis pada tahun 1996. Dalam pengumuman tersebut, mereka juga mengonfirmasi tur baru dan konser spesial yang disiarkan secara livestream.

Ketika pertama kali dirilis, ‘1977’ langsung mendapat respons yang luar biasa dan berhasil menduduki puncak tangga album di Inggris. Album tersebut juga meraih sertifikasi platinum dan melahirkan sejumlah lagu yang kemudian melekat kuat dengan perjalanan Ash, seperti “Girl From Mars”, “Goldfinger”, “Kung Fu”, dan “Oh Yeah”. Hingga kini, album itu masih dianggap sebagai salah satu rilisan penting dalam lanskap rock alternatif era 1990-an.

Untuk edisi perayaan 30 tahunnya, Ash menghadirkan ‘1977’ dalam berbagai format, mulai dari vinyl 2LP berwarna hijau dan hitam, paket 2CD digisleeve lengkap dengan booklet, hingga versi digital. Selain menyertakan daftar lagu asli yang terdiri dari 12 track, rilisan ulang ini juga akan menampilkan empat materi tambahan, termasuk lagu lama yang sempat hilang berjudul “Bittersweet Blue”.

ASH Reissue 1997

ASH Reissue 1997 (press)

Mereka juga menyertakan versi 2026 dari “Oh Yeah”, demo “Girl From Mars” versi 2026, serta aransemen akustik terbaru untuk “Gone The Dream”. Kehadiran materi tambahan ini memberikan gambaran bagaimana lagu-lagu dalam “1977” terus hidup dan berkembang meskipun sudah tiga dekade berlalu.

Pada disc kedua, Ash juga menyertakan rekaman penampilan spesial mereka di STABAL Studios pada tahun 2021. Dalam sesi tersebut, mereka memainkan album ‘1977’ secara utuh, disertai beberapa lagu favorit penggemar dari periode yang sama. Materi live ini kini menjadi bagian penting dalam paket perayaan rilisan ulang ini.

Perayaan ulang tahun album juga akan dilanjutkan dengan konser livestream spesial yang akan berlangsung di Oh Yeah Centre, Belfast, pada 6 Mei. Konser ini diadakan tepat 30 tahun setelah album debut mereka dirilis. Dalam pertunjukan tersebut, Tim Wheeler bersama personel lain memainkan versi akustik dari lagu-lagu klasik di album ‘1977’ dalam suasana yang lebih intim.

Ash band

Ash band

Acara itu dipandu oleh Taylor Johnson dari BBC Introducing, yang juga mengajak para personel membahas cerita dan inspirasi di balik lagu-lagu mereka. Format ini membuat konser tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan musik, tetapi juga ruang refleksi atas perjalanan panjang Ash selama tiga dekade terakhir.

Selain konser spesial, Ash juga mengumumkan rangkaian tur internasional untuk merayakan momen tersebut. Tur ini akan dimulai di Perth, Australia, pada 4 September dan akan berlanjut ke beberapa kota di Australia dan Selandia Baru. Setelah itu, mereka dijadwalkan tampil di Asia Tenggara, termasuk Singapura.

Rangkaian konser Eropa akan dimulai pada bulan November di Utrecht dan akan berlanjut ke beberapa kota lain seperti Cologne, Berlin, dan Eindhoven. Sementara itu, jadwal tur Inggris akan dimulai pada awal Desember di Torquay dan ditutup dengan pertunjukan di Roundhouse, London, pada 17 Desember.

Penjualan tiket umum akan dibuka mulai 15 Mei, sementara akses pre-sale sudah tersedia sejak 12 Mei. Sebelum tur utama dimulai, Ash juga dijadwalkan tampil di sejumlah festival besar seperti Download Festival dan Isle of Wight Festival.

Pada September tahun lalu, Ash sempat merilis single double A-side yang melibatkan Graham Coxon dari Blur. Tidak lama setelah itu, Tim Wheeler juga tampil bersama Coldplay membawakan “Clocks” dalam konser mereka di Wembley Stadium.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *