International

Bathing Suits Luncurkan EP Debut “KILL BATHING SUITS” Dengan Energi Liar

Diterbitkan

pada

Bathing Suits
Bathing Suits (credit: Matt Auger)

Kuartet asal Inggris, Bathing Suits, resmi memperkenalkan diri ke publik lewat perilisan EP debut bertajuk ‘KILL BATHING SUITS‘ yang dirilis melalui Underplay Recordings. Rilisan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi label tersebut, dengan Bathing Suits sebagai artis pertama yang bergabung.

Dalam lima lagu yang terdapat di EP ini, Bathing Suits menunjukkan karakter musik yang liar, menggabungkan energi post-punk yang intens dengan sentuhan pop yang berani dan tanpa filter.

Proyek ini direkam dan diproduseri oleh Benny Howell, yang juga dikenal sebagai DJ Subaru. Dalam pengerjaannya, Bathing Suits mengeksplorasi berbagai kemungkinan bunyi tanpa terpaku pada satu pola. Hasilnya terdengar kontras tapi tetap terhubung, dari komposisi berdurasi panjang seperti “Empathy” yang menjelajahi wilayah noise-trance, hingga single terbaru mereka “Swan Princess” yang lebih ringkas dengan pendekatan ritmis empat ketukan yang padat dan agresif.

Freyja Blevins, vokalis sekaligus operator drum machine dalam band ini, menjelaskan bahwa “Swan Princess” sebenarnya sudah ditulis sejak awal tahun lalu. “Lagu ini sejak awal kami bayangkan sebagai trek yang bisa terasa dancey tapi tetap punya sisi punk. Kami ingin sesuatu yang cocok untuk dibawakan secara langsung di panggung. Saat itu, saya juga banyak terpengaruh oleh rilisan dari Model/Actriz,” ujarnya.

Bathing Suits photo by Matt Auger

Arah musikal Bathing Suits tidak bisa dipisahkan dari lingkungan di mana mereka tumbuh. Band ini berkembang di tengah skena pesta DIY di Leeds, yang sangat memengaruhi cara mereka bermusik dan tampil.

Mereka mengasah lagu-lagu mereka di ruang-ruang kecil dengan sistem suara bervolume besar, di mana mereka juga pernah mengadakan malam klub bawah tanah secara mandiri. Pengalaman ini membentuk identitas ganda: satu sisi terinspirasi oleh energi lantai dansa, sementara sisi lainnya tetap berakar pada intensitas musik punk.

“Swan Princess” dirancang sebagai pertemuan dari kedua sisi tersebut. Lagu ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dua mereka di atas panggung. Pendekatan yang menekankan performa live ini membuat Bathing Suits cepat menarik perhatian. Beberapa penampilan mereka bahkan tiketnya terjual habis, termasuk di venue seperti The Lexington, serta kesempatan untuk tampil sebagai pembuka bagi nama-nama seperti Man/Woman/Chainsaw dan Lava La Rue.

Dalam waktu dekat, Bathing Suits dijadwalkan tampil di sejumlah festival musim panas, termasuk The Great Escape dan Green Man. Kehadiran mereka di berbagai panggung tersebut semakin memperluas jangkauan audiens sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai salah satu nama baru yang patut diperhitungkan di skena musik Inggris.

Dukungan dari sejumlah media dan radio juga mulai berdatangan. BBC Radio 1, BBC 6 Music, hingga KEXP tercatat telah memberikan ruang bagi karya mereka, mempercepat eksposur band ini ke pendengar yang lebih luas. EP ‘KILL BATHING SUITS’ pun terasa seperti pernyataan awal yang tegas, baik bagi band maupun label yang menaunginya.

Perjalanan Bathing Suits dari ruang-ruang bawah tanah menuju panggung festival berlangsung cepat, tapi tetap membawa karakter yang mereka usung sejak awal. Perpaduan gitar yang kasar dengan dentuman beat elektronik yang intens memberi warna tersendiri dalam lanskap musik klub modern, sekaligus memperlihatkan bagaimana batas antar genre bisa dilebur tanpa kehilangan arah.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *