Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Band asal Australia, The Temper Trap, hari ini (22/10) merilis video musik terbaru untuk single mereka yang berjudul “Giving Up Air”, yang sebelumnya dirilis pada bulan September. Proses pengambilan gambar video ini dilakukan di London dan menceritakan kisah sederhana tentang hubungan antara seorang ayah dan anak, dua sosok yang rapuh dan sangat manusiawi.

Narasinya menggali perasaan kehilangan dan usaha untuk bangkit, menyajikan gambaran kejujuran, perjuangan, tanggung jawab, dan kelahiran kembali.

Dalam keterangan resminya, vokalis Dougy Mandagi menyebut “Giving Up Air” sebagai salah satu lagu paling personal yang pernah ia tulis.

Lagu ini sangat berarti bagi saya. Ia menggambarkan momen yang mengubah hidup dan rasa sakit yang mendalam akibat kehilangan seseorang yang dicintai dalam keadaan tragis, dari kejutan awal, kesedihan, kemarahan, hingga menemukan sedikit harapan di tengah semua itu,” ungkap Dougy.

Ia juga menambahkan bahwa lagu ini awalnya ditulis untuk proyek solonya, Bloodmoon. “Tapi ketika kami mengerjakannya bersama The Temper Trap, ada sesuatu yang terasa ajaib, seolah lagu ini akhirnya menemukan rumahnya,” katanya.

The Temper Trap single Giving Up Air

Video musik “Giving Up Air” disutradarai dengan pendekatan sinematik yang minim dialog, memberi ruang bagi gerak tubuh dan ekspresi untuk berbicara.

Koreografi karya Saskia Dixie memperkuat nuansa emosional yang berlapis, sementara tata gambar dan pewarnaan visual oleh Ciaron Craig yang menghadirkan suasana dingin dan melankolis khas lanskap urban London. Giulia Denti dan Alison Jeffries bertindak sebagai produser yang memastikan arah artistik video tetap intim dan fokus pada hubungan manusia yang rapuh dan penuh makna.

“Giving Up Air” terasa seperti langkah baru bagi The Temper Trap; lebih personal, lebih terbuka, dan lebih menyentuh dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya.

Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tapi juga tentang menerima hidup yang terus berjalan, meski dengan napas yang tersisa. Dalam bentuknya yang paling jujur, video ini mempertegas kemampuan The Temper Trap untuk tetap relevan, bukan lewat gebrakan besar, melainkan lewat keheningan yang berbicara panjang.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *