International

Jah Wobble Dan Tian Qiyi Rilis “Strawberry Fields Forever” Versi Psikedelik

Diterbitkan

pada

Jah Wobble dan Tian Qiyi
Jah Wobble Dan Tian Qiyi (credit: John Klein)

Warisan musik The Beatles kembali mendapatkan sentuhan baru melalui proyek kolaborasi yang unik. Bassis dan produser legendaris Jah Wobble, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Public Image Ltd (PiL), bekerja sama dengan duo Tian Qiyi untuk merilis interpretasi baru dari lagu klasik “Strawberry Fields Forever”. Karya ini menjadi bagian terbaru dari album ‘Mystic Liverpool: The Beatles’ Psychedelic Psongbook‘, yang dijadwalkan rilis pada 14 Agustus 2026 melalui Cherry Red Records dan label milik Jah Wobble, 30 Hertz.

Perilisan “Strawberry Fields Forever” menyusul peluncuran “Tomorrow Never Knows”, yang lebih dulu diperkenalkan sebagai pembuka proyek ini. Dalam album tersebut, Jah Wobble dan Tian Qiyi menghidupkan kembali deretan lagu-lagu era psikedelik The Beatles dengan perpaduan warna musik yang melintasi berbagai budaya.

Mereka menciptakan interpretasi baru dengan menggabungkan musik tradisi Tiongkok dan Mongolia dengan nuansa dub yang selama ini menjadi ciri khas perjalanan kreatif Jah Wobble. Hasilnya adalah pengalaman mendengarkan yang berbeda, tanpa menghilangkan esensi dari karya-karya orisinal The Beatles.

Kolaborasi ini mempertemukan Jah Wobble dengan kedua putranya, John T Wardle dan Charlie Wardle, yang tampil sebagai Tian Qiyi. Ketiganya merangkai identitas musikal yang saling melengkapi melalui permainan bass dub khas Wobble, ritme drum John T, serta permainan erhu, yangqin, dan vokal Charlie.

Kolaborasi Jah Wobble dan Tian Qiyi

Jah Wobble dan Tian Qiyi (credit: Alex Hurst)

Pada lagu “Strawberry Fields Forever”, Charlie turut memainkan morin khuur, instrumen tradisional Mongolia, bersama sang ibu, Zi Lan Liao. Musisi lulusan Royal Academy of Music tersebut dikenal luas sebagai pemain harpa sekaligus salah satu maestro guzheng terkemuka di dunia.

Jah Wobble mengungkapkan bahwa “Strawberry Fields Forever” memiliki arti yang sangat personal baginya. Lagu itu menjadi salah satu karya The Beatles yang pertama kali membangkitkan ketertarikannya terhadap musik ketika masih tumbuh di kawasan East End, London.

Ini adalah lagu The Beatles yang memulai segalanya bagi saya. Lagu ini membuka kesadaran saya saat masih kecil. Aransemen aslinya memiliki ruang yang luas dan memberi kepercayaan kepada pendengarnya. Kami tidak berusaha menyamai versi orisinal. Yang ingin kami lakukan adalah menghormati misteri yang dimiliki lagu ini,” ujar Jah Wobble.

Pandangan serupa disampaikan John T Wardle. Menurutnya, membuat ulang lagu yang sudah begitu dikenal luas akan kehilangan makna jika hanya mengikuti struktur aslinya.

Semua orang sudah mengenal lagu ini, jadi tidak ada alasan membuat cover yang sama persis. Kami memilih menciptakan dinding suara yang besar dan hipnotis. Ini bukan hanya penghormatan, tapi pertemuan gelap, psikedelik, dan penuh eksperimen dari dua dunia musik yang tumbuh dalam keluarga kami,” katanya.

Jah Wobble

Jah Wobble (press)

Selama lebih dari lima dekade berkarier, Jah Wobble dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan post-punk dan dub modern. Setelah meninggalkan Public Image Ltd, ia membentuk Invaders of the Heart dan menghasilkan katalog musik yang luas. Sepanjang kariernya, ia pernah bekerja sama dengan Holger Czukay, Jaki Liebezeit, Primal Scream, The Edge dari U2, Sinéad O’Connor, Massive Attack, Ginger Baker, Björk, Brian Eno, hingga Jon Klein dalam proyek “Automated Paradise”.

Di sisi lain, Tian Qiyi berkembang sebagai proyek musik yang memadukan tradisi Inggris, Tiongkok, Mongolia, serta dub dalam satu kesatuan. Musik mereka dipenuhi sentuhan post-punk dan eksplorasi produksi eksperimental yang mempertemukan instrumen kuno dengan lanskap suara modern. Perpaduan budaya Timur dan Barat menjadi salah satu ciri khas yang paling menonjol dalam setiap karya yang mereka hasilkan.

Di album ‘Mystic Liverpool’, mereka mengajak pendengar melihat kembali katalog psikedelik The Beatles dari sudut pandang yang berbeda. Lagu-lagu yang pernah lahir pada era Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band dan Magical Mystery Tour diinterpretasikan ulang sebagai karya yang kaya akan nuansa spiritual, penuh ruang untuk eksplorasi, dan tetap mempertahankan semangat imajinatif yang menjadi ciri khas periode tersebut.

Single “Strawberry Fields Forever” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Sedangkan album ‘Mystic Liverpool: The Beatles’ Psychedelic Psongbook’ dijadwalkan meluncur pada 14 Agustus 2026 dalam format digital maupun CD Digipack. Album ini diharapkan akan membawa perjalanan musikal Jah Wobble dan Tian Qiyi semakin jauh menelusuri dunia psikedelik yang pernah dibuka oleh The Beatles.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *