New Tracks
SIDELINE Perkenalkan Formasi Baru Lewat “Niscaya”
Ada satu titik dalam perjalanan sebuah band ketika musik tidak hanya sekadar bunyi. Musik berubah menjadi ruang yang menampung pengalaman, keresahan, dan keyakinan yang tumbuh perlahan di tengah hidup yang penuh ketidakpastian. Momen itu kini sedang dijalani oleh SIDELINE.
Unit modern rock asal Solo tersebut merilis single terbaru berjudul “Niscaya” pada 1 Mei 2026 di semua platform streaming digital. Selain dirilis dalam format audio, mereka juga menyiapkan video musik resmi yang dijadwalkan tayang pada 8 Mei 2026 di kanal YouTube resmi mereka. Rilisan ini membawa arah musikal yang semakin jelas dan mempertegas karakter yang telah mereka bangun selama ini.
“Niscaya” ditulis oleh Rivaldi R Manurung, Rivaldo H Manurung, dan Deasy R Panjaitan, dengan komposisi musik yang digarap oleh Tan Defri Ramadhani. Lagu ini lahir dari kesadaran sederhana: dalam situasi apa pun, selalu ada tempat untuk pulang, bahkan saat berada di titik terendah atau dihantui keraguan.
“Lagu ini menggambarkan hubungan personal antara manusia dengan Tuhan, sebagai ruang paling jujur untuk bercerita, mengeluh, meminta, dan mencari ketenangan,” ujar Rivaldi R Manurung. Pernyataan tersebut memberi gambaran jelas tentang arah emosional yang ingin mereka sampaikan.
Rivaldo H Manurung menambahkan, “Melalui ‘Niscaya’, kami ingin menyampaikan bahwa sejauh apa pun seseorang tersesat atau terjatuh, pada akhirnya ia akan kembali kepada-Nya, karena di sanalah harapan dan jawaban bisa ditemukan.”
Salah satu hal yang mencolok dari rilisan ini adalah kehadiran Deasy R Panjaitan sebagai vokalis. Setelah sebelumnya dikenal dengan suara Winanda Utami, SIDELINE kini hadir dengan formasi yang baru. Perubahan ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang mereka lalui sebagai sebuah band. Kehadiran Deasy memberikan nuansa yang berbeda pada karakter vokal mereka, menghadirkan emosi yang lebih terbuka tanpa menghilangkan fondasi yang telah mereka bangun sejak awal.
Dalam lagu “Niscaya”, perubahan ini terasa sangat jelas. Ada dinamika baru yang muncul, tapi tetap terhubung dengan identitas mereka sebagai band modern rock. Lagu ini seolah menjadi jembatan antara apa yang telah mereka ciptakan sebelumnya dan arah baru yang sedang mereka tuju. Energi yang dihasilkan terasa lebih terukur, dengan komposisi yang memberikan ruang bagi setiap elemen untuk berfungsi secara seimbang.
Dari sisi produksi, SIDELINE merekam instrumen di Esix Room Studio, sementara vokal direkam di Neverland Studio. Proses mixing dan mastering ditangani oleh Ian Anatha, yang dikenal melalui keterlibatannya dengan Coldhaven dan Alectrona.
Sentuhan akhir ini menghasilkan karakter suara yang solid, rapi, dan tetap menjaga kedalaman emosi yang diperlukan dalam lanskap modern rock saat ini. Artwork untuk single ini dikerjakan oleh Karma Illustration, yang memperkuat identitas visual yang sejalan dengan narasi lagu.
“Niscaya” dirilis melalui Polarity Records, label asal Yogyakarta yang telah mendampingi perjalanan SIDELINE. Kolaborasi ini kembali menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan karya yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga memiliki identitas yang jelas.
Sejak terbentuk pada 2022, SIDELINE telah menunjukkan konsistensi dalam membangun katalog musik mereka. Pada tahun 2024, mereka merilis EP “Relapse” yang terdiri dari enam lagu, dengan salah satu lagu yang cukup menarik perhatian adalah “Tragedy” yang menampilkan Faizal Permana. Lagu ini berhasil mencatatkan capaian signifikan di platform digital, dengan jutaan pemutaran dan penayangan.
Respons tersebut menunjukkan adanya koneksi yang terjalin antara SIDELINE dan pendengarnya. Mereka tidak hanya aktif merilis karya, tetapi juga mampu menjaga relevansi melalui materi yang terasa tulus. Awal tahun 2026 juga dibuka dengan perilisan EP “Reflection”, yang menyajikan versi akustik dari beberapa lagu pilihan di “Relapse”. Rilisan ini menunjukkan sisi yang lebih intim, sementara “Niscaya” bergerak ke arah yang lebih luas dengan kemasan yang lebih kaya.
Saat ini, SIDELINE yang terdiri dari Deasy R Panjaitan di vokal, Rivaldi R Manurung di drum, dan Rivaldo H Manurung di gitar, semakin menunjukkan pemahaman yang lebih dalam tentang arah musik yang mereka pilih. “Niscaya” muncul sebagai cerminan dari proses tersebut, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah band dapat berkembang tanpa kehilangan akar mereka.


