New Albums

xDEFIANCEx Menempa Amarah Menjadi Kesadaran Di “Purgatory”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

xDEFIANCEx

Unit hardcore metal asal Malang, xDEFIANCEx, kembali merilis EP terbaru berjudul ‘Purgatory’. Karya ini merupakan kelanjutan dari langkah awal mereka yang sebelumnya diperkenalkan lewat single “Strong Will” pada tahun 2024. Jika rilisan tersebut menjadi titik pengenalan, ‘Purgatory’ memperlihatkan fase yang lebih matang, baik dari sisi musikal maupun dari cara band ini merumuskan kembali makna perlawanan yang mereka bawa.

Judul ‘Purgatory’ diambil dari konsep teologis dalam tradisi Katolik yang merujuk pada keadaan sementara setelah kematian.

Dalam ajaran tersebut, purgatory dipahami sebagai ruang pemurnian bagi jiwa yang telah meninggal dalam kasih karunia Tuhan, tetapi masih memerlukan proses penyucian sebelum dapat memasuki surga. Bagi xDEFIANCEx, gagasan ini tidak diartikan secara harfiah, melainkan dijadikan metafora untuk menggambarkan perjalanan batin manusia.

Melalui EP ini, purgatory diartikan sebagai ruang transisi, tempat di mana seseorang berjuang dengan dirinya sendiri. Ini menjadi simbol dari proses refleksi dan kesadaran, serta usaha untuk menjaga diri agar tidak terjebak dalam kemarahan yang membutakan.

Dalam konteks ini, perlawanan tidak hanya dilihat sebagai sikap konfrontatif, tetapi juga sebagai proses untuk memahami kembali nilai-nilai yang diyakini dan membentuk ulang cara seseorang merespons dunia di sekitarnya.

xDEFIANCEx Band

Proses pembuatan ‘Purgatory’ berlangsung sekitar satu tahun, dari pertengahan 2024 hingga 2025. Semua materi dalam EP ini lahir dari kerja sama kolektif di antara para anggota. Band ini menekankan bahwa tidak ada pembagian hierarki yang kaku dalam proses kreatif mereka. Setiap anggota memiliki peran penting dalam merumuskan bentuk akhir karya ini.

Komposisi musik utama dirancang oleh Farrel dan Din yang menyusun fondasi instrumen untuk keseluruhan EP. Di sisi lain, Alfin bertanggung jawab atas proses rekaman dan mengatur penjadwalan produksi agar semua tahapan pengerjaan berjalan dengan baik.

Hikam berperan dalam pengolahan materi visual dan penyusunan layout, sementara Dhana merumuskan konsep besar EP dan menulis lirik yang mengangkat tema tentang pemurnian diri, kesadaran, dan pergulatan batin.

Dari sisi musikal, ‘Purgatory’ memperlihatkan eksplorasi yang lebih luas dibandingkan rilisan sebelumnya. Jika “Strong Will” lebih menonjolkan pendekatan hardcore yang lugas, EP ini menghadirkan campuran berbagai pengaruh baru.

Unsur death metal, power violence, serta metalcore era 1990-an berpadu dengan sentuhan elemen etnik yang memberi warna berbeda pada keseluruhan komposisi. Kombinasi ini menciptakan dinamika musik yang lebih gelap, intens, dan reflektif.

Seluruh materi direkam, di-mixing, dan mastering di Griffin Studio. Proses produksi tersebut menghasilkan karakter suara yang padat dan agresif, tapi tetap memberi ruang bagi detail atmosfer yang ingin disampaikan dalam setiap lagu. Pendekatan ini memungkinkan nuansa emosional dan konseptual dari EP ‘Purgatory’ tetap terasa kuat di tengah intensitas musik yang keras.

Band xDEFIANCEx EP Purgatory

Sisi visual dari rilisan ini diterjemahkan melalui artwork sampul yang digarap oleh Bima Priantana. Desain tersebut melambangkan purgatory sebagai simbol dari proses penyucian yang terletak di antara dua keadaan: tidak sepenuhnya gelap, tetapi juga belum sepenuhnya terang. Visual ini mencerminkan tema besar EP yang berfokus pada perjalanan menuju kesadaran.

EP ‘Purgatory’ dirilis bekerja sama dengan Set The Fire Records yang berbasis di Jakarta. Kolaborasi ini kembali mempertemukan xDEFIANCEx dengan label yang sebelumnya juga terlibat dalam perjalanan rilisan mereka.

xDEFIANCEx dibentuk di Malang pada akhir 2022. Band ini diprakarsai oleh Alfin, yang sebelumnya dikenal melalui proyek Writhed dan Noose Bound. Ia kemudian mengajak sejumlah musisi dari berbagai latar belakang, termasuk Din dari Compassion, Hikam dari Osborn, Farrel dari Evidence, serta Dhana dari Better Chance.

Awalnya proyek ini direncanakan untuk mengusung gaya youth crew hardcore yang terinspirasi oleh band-band seperti Carry On dan Go It Alone. Tapi setelah melalui beberapa diskusi panjang, arah musik mereka berkembang menjadi pendekatan hardcore metal yang lebih berat.

Pertemuan Din dan Dhana dalam sebuah pertunjukan di awal 2023 menjadi salah satu momen yang memicu perubahan tersebut.

Kesamaan pandangan tentang gaya hidup straight edge di antara semua anggota band semakin memperkuat identitas mereka sebagai proyek edge metal yang menggabungkan energi hardcore dengan eksplorasi metal yang lebih luas. Saat ini, xDEFIANCEx diperkuat oleh Dhana sebagai vokalis, Alfin di bass, Farrel pada gitar utama, Din di gitar kedua, dan Hikam di drum.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *