International

2heart2crash Rangkum Satu Dekade Evolusi Dalam Rilisan Sinematik

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

2heart2crash Alessio Grancini

Musisi asal Italia, 2heart2crash, yang dikenal dengan nama asli Alessio Grancini, memperkenalkan proyek terbarunya berupa delapan lagu berdurasi total 20 menit 20 detik. Rilisan ini mengeksplorasi genre post-punk, new wave, dan synth-pop, dengan nuansa gelap yang tetap ritmis dan sarat dengan semangat goth.

Album ini mencerminkan fase reflektif yang lebih matang, hasil dari lebih dari satu dekade perjalanan kreatif dan personalnya di Amerika Serikat.

Tumbuh besar di Italia, Grancini menemukan ketertarikannya pada musik sejak usia muda. Berbagai konser band internasional di kampung halamannya memberikan pengalaman mosh pit yang intens dan energi panggung yang tak terlupakan. Semua pengalaman ini berkontribusi pada perkembangan arah artistiknya di masa depan.

Ia memulai kariernya sebagai vokalis band Edge di Imola, Emilia Romagna. Single pertama mereka, “Edge”, berhasil meraih lebih dari 6.500 penayangan di BlankTV, salah satu platform DIY terbesar untuk musik punk, hardcore, metal, indie, dan underground.

Alessio Grancini

Alessio Grancini (PR)

Tak lama setelah itu, ia dan rekan-rekannya memutuskan untuk pindah ke Los Angeles, ingin merasakan ekosistem industri musik secara profesional dan menjelajahi kota yang telah menjadi pusat pengaruh budaya pop dunia.

Di luar musik, Grancini juga menempuh pendidikan di bidang arsitektur dan teknik, serta memperluas praktiknya ke ranah visual dan multimedia. Ia terlibat dalam berbagai proyek musik dan video seni, termasuk Graves by Parkshores yang menampilkan SuckerPunk. Karya tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai media seperti Earmilk, 15MinutesNews, FMS, dan Alfitude.

Kini bermukim di San Francisco, proyek terbarunya ditulis dan diproduksi sepenuhnya di kamar pribadinya selama satu tahun tinggal di sebuah hacker house dekat North Beach. Lingkungan yang dipenuhi para pendiri startup dan kultur teknologi itu turut memengaruhi tema serta warna suara album ini.

Menurut 2heart2crash, album ini lahir dari kejujuran tanpa filter. Ia menggambarkannya sebagai kumpulan percakapan dengan dirinya sendiri, termasuk pengakuan atas kesalahan dan kegagalan dalam berkomunikasi yang pernah dialaminya. Proses ini, katanya, membantunya melepaskan bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya.

2heart2crash

Secara tematik, proyek ini menyoroti ketegangan antara kehidupan digital dan hubungannya di dunia nyata. Ia menyinggung bagaimana perangkat digital seolah mengenal penggunanya lebih dalam dibanding orang terdekat.

Grancini melihat kesamaan antara dunia teknologi dan dunia kreatif. Ia menyaksikan langsung risiko dan tekanan emosional dalam membangun sesuatu dari awal. Baginya, seniman dan wirausahawan memiliki kesamaan: keyakinan pada visi yang mungkin tidak dipahami oleh orang lain.

Dari sisi visual, artwork dikerjakan oleh Zeo Zhang (AQingZeo), sementara pascaproduksi ditangani oleh Cole Daly. Produksi akhir dan mastering musik dilakukan oleh studio Johnny Hits di Bay Area. Publisis musik Danielle Holian dari Decent Music PR menilai rilisan ini menangkap kecemasan, keindahan, dan kontradiksi generasi yang tumbuh bersama musik bawah tanah dan budaya digital.

Proyek ini mempertegas identitas artistik 2heart2crash yang terbentuk dari perpindahan lintas benua, disiplin kreatif, dan komunitas. Hasilnya adalah karya yang menjembatani musik alternatif, budaya kontemporer, serta kompleksitas emosi di era digital.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *