International

Album Debut Night Hawk, ‘Before We Begin’, Terinspirasi Lukisan Edward Hopper

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Night Hawk

Band indie rock asal Washington DC, Night Hawk, merilis album debut mereka bertajuk ‘Before We Begin‘. Duo Colter Adams dan Peyton Semjen pertama kali bekerja sama saat masih tinggal di Brunswick, Maine, memulai proyek ini sebagai eksperimen menulis lagu yang terinspirasi dari karya pelukis realis Edward Hopper.

Meskipun arah musik mereka kini telah berkembang, jejak atmosfer kelam dan kesepian reflektif yang menjadi ciri khas karya Hopper masih terasa dalam warna musik Night Hawk. Setelah lulus kuliah, Adams dan Semjen memutuskan pindah dari Maine ke Washington DC.

Perpindahan itu diikuti dengan perilisan EP ‘Everything Good Ends’, dan tahun ini mereka konsisten menghadirkan rangkaian single baru. Menjelang perilisan album, mereka membagikan salah satu nomor andalannya, “Watching the World Through Windows”.

Banyak materi di ‘Before We Begin’ ditulis tak lama setelah kepindahan mereka ke DC. Lagu-lagu tersebut memotret perasaan kehilangan pijakan dan pencarian arah, berada di persimpangan antara masa remaja dan dewasa. “Watching the World Through Windows” menjadi salah satu momen paling introspektif di album ini, dibangun lewat petikan gitar akustik lembut, sentuhan biola yang mengalun, dan jeda musik yang berputar menjadi pusaran gitar.

Namun inti kekuatan lagu ini terletak pada harmoni vokal yang indah dan lirik yang menginspirasi. Adams dan Semjen menyeimbangkan nostalgia dan melankolia, menghadirkan potongan-potongan kenangan masa lalu, seakan ingin melangkah maju namun terus terseret oleh memori.

Salah satu baitnya berbunyi: “You’re fixing old warped pianos / Taking your mom on a big boat / I’m revving up my dads car / I’m playing with some guys heart / I’m watching the world through windows / I’m sleeping on a bus in your work clothes / Caught between two types of light / Invite me to repair your life”.

Night Hawk Band

Bagi Semjen, lagu ini adalah potret perasaan yang muncul saat mencoba melepaskan seseorang atau sebuah tempat, berharap langkah itu mengubah perasaan, namun tetap terjebak di titik yang sama. Ia menggambarkan sosok Janus, dewa Romawi yang memandang ke dua arah sekaligus sebagai semacam pelindung bagi album ini.

Lagu ini merekam momen sebelum saya harus benar-benar memilih jalan, ketika semua kemungkinan masih terbuka, tapi perasaan sudah mulai memanas,” ujarnya.

Sementara Adams menekankan sisi visual dari aransemen lagu. Ia ingin menangkap sensasi yang sering ada di lukisan Edward Hopper, mengintip kehidupan orang lain secara diam-diam.

Naik-turunnya alunan biola dan petikan gitar akustik di sini memberi rasa misterius, sedikit menggoda, berputar dan bertahan lama, sementara Peyton membangun lukisan tentang perjuangan untuk move on,” katanya.

‘Before We Begin’ dirilis di berbagai platform pada 7 Agustus, dan menjadi langkah pertama Night Hawk memasuki panggung yang lebih luas, sambil membawa nuansa sinematis dan liris yang khas dalam musik mereka.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *