Music News
American Heart Association Rekomendasikan Lagu Grunge 90-an Sebagai Panduan Tempo CPR
American Heart Association kembali menemukan cara menarik untuk mendekatkan pesan keselamatan publik dengan budaya pop. Kali ini, organisasi nirlaba yang fokus pada pencegahan dan penanganan penyakit jantung di Amerika Serikat tersebut menyebut satu lagu grunge klasik era 90-an sebagai iringan ideal untuk melakukan hands-only CPR atau resusitasi jantung paru tanpa napas buatan.
Dalam rekomendasi terbarunya, American Heart Association mengungkap bahwa “Even Flow” milik Pearl Jam memiliki tempo 105 beat per menit. Angka ini berada tepat di rentang tempo yang dianjurkan untuk CPR, yakni antara 100 hingga 120 kompresi per menit. Dengan tempo tersebut, lagu ini dinilai pas untuk membantu orang awam menjaga ritme tekanan dada saat menghadapi situasi darurat.
American Heart Association memang rutin membagikan daftar lagu yang sesuai dengan tempo CPR, dengan tujuan memudahkan masyarakat mengingat ritme yang tepat. Pada situs resminya, organisasi ini menekankan bahwa tekanan dada harus dilakukan secara konsisten dan cukup kuat, dan tempo musik bisa menjadi panduan sederhana yang mudah diingat, terutama dalam kondisi panik.

Hands-only CPR (credit: Sergey Kirsanov)
Melalui unggahan di Instagram, American Heart Association mengemas pesan ini dengan sentuhan nostalgia. Mereka mengajak publik “mengeluarkan kemeja flanel dan jeans robek”, menyalakan Pearl Jam, dan mempelajari cara menyelamatkan nyawa lewat hands-only CPR.
Dalam keterangannya, mereka juga menuliskan instruksi praktis. Jika melihat remaja atau orang dewasa tiba-tiba kolaps, segera hubungi 911 dan lakukan tekanan kuat dan cepat di bagian tengah dada mengikuti irama “Even Flow”.
Pearl Jam bukanlah nama pertama yang muncul dalam daftar rekomendasi ini. Sebelumnya, American Heart Association juga menyebutkan lagu-lagu dari berbagai genre yang memiliki tempo serupa.
Tahun ini, “Not Like Us” dari Kendrick Lamar dan “El Clúb” milik Bad Bunny disebut cocok untuk panduan CPR. Tahun lalu, beberapa lagu dari album Brat milik Charli XCX juga masuk daftar, termasuk “Spring Breakers” dan “360” yang masing-masing memiliki tempo 120 beat per menit.
Pendekatan ini menunjukkan bagaimana musik populer dapat berperan di luar fungsi hiburan. Dengan memanfaatkan lagu-lagu yang sudah akrab di telinga banyak orang, pesan medis yang terdengar teknis bisa terasa lebih dekat dan mudah dipraktikkan.

Pearl Jam (Courtesy of Danny Clinch/Republic Records)
Sementara itu, Pearl Jam masih aktif di panggung musik. Vokalis mereka, Eddie Vedder, baru-baru ini menjadi salah satu penampil dalam sebuah pesta Natal korporat berskala besar yang dihadiri sejumlah nama ternama. Tahun ini, band asal Seattle tersebut juga menjalani tur Amerika Serikat untuk mendukung album terbaru mereka, ‘Dark Matter‘.
Album tersebut mendapat sambutan positif sejak dirilis. Salah satu media musik internasional ternama memberikan ulasan empat bintang, dengan catatan bahwa ‘Dark Matter’ menghadirkan kembali kekuatan penulisan lagu Pearl Jam yang karismatik, sesuatu yang pertama kali membawa mereka ke peta musik internasional lebih dari tiga dekade lalu.
Kini, lewat “Even Flow”, warisan musik Pearl Jam bahkan menemukan konteks baru yang tak terduga, sebagai irama penyelamat nyawa.
