New Albums
BLACKBVRN Menggugat Dominasi Lewat Distorsi Di EP ‘Hegemon’
BLACKBVRN terus memperkuat posisinya di kancah metalcore Indonesia lewat rilisan terbaru mereka, ‘Hegemon’.
Unit musik asal Jakarta ini muncul dengan dengan semangat yang tidak hanya ingin terdengar keras, tetapi juga penuh dengan kemarahan yang terarah. Sejak debutnya pada akhir 2022, BLACKBVRN telah dikenal dengan karakter yang agresif: riff yang tajam, breakdown yang masif, dan vokal yang meledak dari dada dengan intensitas tinggi.
Setelah memperkenalkan identitas mereka melalui album debut ‘Monster Behaviour‘ (2024), yang menjadi tonggak penting bagi metal modern lokal, band ini kini membuka bab baru dengan ‘Hegemon’: sebuah EP yang terdiri dari lima lagu yang terdengar lebih garang, lebih fokus, dan lebih emosional.
Melalui lagu-lagu seperti “Tersesat”, “Suar”, “Hegemoni”, “Dursila”, dan “Petaka”, rilisan ini menampilkan sisi BLACKBVRN yang lebih matang, baik dari segi produksi maupun narasi.
Jika ‘Monster Behaviour’ membahas sisi gelap individu dan ketegangan batin, maka ‘Hegemon’ mengalihkan fokus ke isu sosial: tentang dominasi, kontrol, dan perjuangan melawan bentuk kekuasaan yang menekan.
Tema besar soal hegemoni dan perlawanan itu tak hadir sebagai jargon, melainkan dituangkan dalam distorsi yang brutal dan dinamika yang menghantam. Setiap riff terasa seperti ledakan kecil dari ketegangan sehari-hari, sementara teriakan Ocol menjadi suara dari kemarahan yang tak bisa lagi dibungkam.
Secara musikal, BLACKBVRN masih berpegang pada akar metalcore yang keras dan berlapis breakdown berat, namun kini diselimuti atmosfer emosional yang lebih dalam. Ada kedewasaan dalam bagaimana mereka mengatur tensi dan melepaskannya, menciptakan keseimbangan antara kekacauan dan kontrol.
Produksi yang solid membuat setiap elemen, dari gebukan drum hingga dengungan gitar ganda milik Sid dan AB, terasa presisi namun tetap mentah pada tempatnya.
Dengan ‘Hegemon’, BLACKBVRN bukan hanya berteriak tentang perlawanan. Mereka menghidupkannya. Di tengah stagnasi dan tekanan sosial, musik mereka menjadi bentuk eksistensi, tempat di mana amarah dan kesadaran berpadu menjadi satu dorongan untuk melawan.
Bersama Aldo di bass yang menopang kekuatan dasarnya, BLACKBVRN kembali menunjukkan bahwa keras bukan hanya soal volume, tapi tentang seberapa jujur kau berani menyalakannya.
Support Gigsplay Dengan Saweria
