New Albums

‘Color Of’ Hadir Digital, Jejak Lama Microbot Kembali Terdengar

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Microbot

Proyek elektronik asal Denpasar, Microbot, kembali membawa materi lama mereka ke permukaan melalui perilisan digital album ‘Color Of‘ pada 2026. Album ini sebenarnya telah melalui perjalanan panjang sejak pertama kali digagas hampir dua dekade lalu, berawal dari masa ketika skena musik elektronik di Indonesia masih berada di tahap awal perkembangan.

Microbot terbentuk sekitar 2005, lahir dari pertemuan sekelompok mahasiswa perantauan di Universitas Udayana. Ketertarikan yang sama terhadap musik elektronik mempertemukan mereka dalam satu proyek yang saat itu masih tergolong tidak umum di Bali. Di tengah dominasi musik punk rock dan metal di skena lokal, Microbot memilih jalur yang berbeda dengan mengusung eksplorasi elektronik yang lebih eksperimental.

Sejumlah nama seperti Electrofux, Rock N Roll Mafia, dan Homogenic menjadi referensi awal yang memberi dorongan pada arah musikal mereka. Formasi awal Microbot diisi oleh Richart Volx, Aris, Mpkz, dan Iyang sebagai pendiri, kemudian diperkuat oleh Ronald, Yonel, serta mendiang Katon Baskoro.

Katon turut memberi kontribusi penting melalui dua lagu, “Landasan Roket” dan “Age of Consequence”, baik dari sisi vokal maupun penulisan lirik. Salah satu lagu mereka, “Landasan Roket”, bahkan sempat masuk chart IndieOz di radio nasional.

Band Microbot

Penampilan Microbot di Kuta Carnival Fest 2007 (doc. Band)

Seiring berjalannya waktu, perubahan formasi tidak terhindarkan. Richart Volx menjadi anggota pertama yang mundur untuk fokus pada produksi musik. Dari berbagai nama yang pernah terlibat, kini hanya Ronald yang tetap aktif meneruskan perjalanan Microbot.

Album ‘Color Of’ mulai ditulis pada periode 2005 hingga 2006 oleh Ronald bersama Richart Volx, dengan dorongan Iman dari Electrofux agar proyek ini diselesaikan. Namun prosesnya tidak berjalan mulus. Baru pada 2010, materi yang telah terkumpul masuk tahap mixing dan mastering, dikerjakan secara mandiri di studio kamar dengan perangkat sederhana. Keterbatasan alat tidak menghentikan proses tersebut hingga akhirnya album rampung.

Meski sudah selesai, album ini sempat tertunda perilisan resminya. Perubahan tren musik elektronik di Indonesia pada saat itu membuat materi dalam ‘Color Of’ terasa tidak sejalan dengan kondisi industri. Pada 2020, album ini sempat hadir dalam jumlah terbatas dalam format CD melalui SRMK Records, dengan distribusi yang mengandalkan jaringan toko rilisan independen.

band Microbot Bali

Penampilan Microbot di Classic cafe Bali (doc. Band)

Kini di tengah lanskap musik elektronik yang lebih terbuka, ‘Color Of’ akhirnya dirilis secara digital agar dapat diakses lebih luas. Album ini memuat sembilan trek dengan karakter yang beragam. Setiap lagu membawa pendekatan berbeda, mulai dari energi industrial dan breakbeat di “Kick n Rush”, nuansa gelap darkwave dalam “Landasan Roket”, hingga sentuhan new wave dengan elemen gamelan di “Good Morning”.

Eksplorasi lain hadir melalui “1928” dengan pendekatan jungle, “Age of Consequence” yang bernuansa EBM, serta “Envious” yang menyajikan suasana instrumental dengan pendekatan synth shoegaze. Sementara itu, “Canggu” dan “Indah” mengarah pada atmosfer yang lebih reflektif, dengan “Indah” ditempatkan sebagai penutup yang merujuk pada Bali sebagai titik awal perjalanan mereka.

‘Color Of’ berfungsi sebagai dokumentasi dari fase awal perkembangan musik elektronik di Indonesia. Album ini mencerminkan pendekatan yang lebih bebas, tanpa tekanan dari tren, dan merekam bagaimana sebuah proyek dapat tumbuh dari lingkungan yang minim referensi menjadi bagian dari perjalanan panjang skena elektronik lokal.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *