International

Dancehall Hidupkan Kembali Semangat Post-Punk Lewat Album Baru “100% Music”

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Dancehall

Setelah tujuh tahun sejak debut mereka “The Band” pada 2018, trio post-punk asal Inggris, Dancehall, siap kembali dengan album penuh kedua berjudul “100% Music” yang dirilis pada 24 Oktober 2025 melalui label Vibe/Anti-Vibe.

Album ini menjadi tonggal sejarah baru bagi band yang dikenal dengan energi mentah dan nuansa eksperimentalnya, setelah sempat merilis EP “Remote Summer” di tahun 2020 dan beberapa single pengantar yang menggambarkan arah baru mereka.

Jika album debut menampilkan sisi lo-fi khas DIY dengan tekstur kasar yang menangkap semangat panggung langsung, maka “100% Music” membawa pendekatan yang lebih matang. Band ini merapikan tajamnya riff gitar dan struktur lagu tanpa kehilangan daya dorong yang eksplosif.

Dengan produksi dari kolaborator lama mereka, Christopher Smith, serta mixing oleh Hank Sullivant (MGMT), album ini menyajikan detail sonik yang lebih kaya dan berlapis.

Dari suara band live, sekarang rasanya seperti technicolor penuh,” ujar gitaris Craig Sharp. “Kami ingin album ini terdengar penuh, cerah seperti neon, aneh tapi tetap menyenangkan,” tambahnya.

Dancehall Band

Dancehall (credit:  Eddie Whelan)

Menjelang perilisan album, Dancehall membagikan salah satu lagu andalannya berjudul “Something”, yang menjadi gambaran paling liar dari sisi energik band ini.

Lagu berdurasi singkat itu menggambarkan sensasi cemas dan gelisah yang meledak-ledak, dengan garis bass menurun yang adiktif dan riff gitar berputar cepat seperti percikan listrik. Di tengah lagu, ada jeda dengan vokal yang nyaris seperti luapan amarah sebelum ditutup dengan klimaks yang menghentak.

Vokalis sekaligus bassis Tim Smithen menyalurkan keresahan pribadi dalam liriknya: “My brains are bad, it’s full of mice / I sleep on floors, it’s not that great…”, sebuah pengakuan yang jujur tentang kelelahan, kekacauan, dan keinginan untuk sesuatu yang lebih. Lirik ini menangkap perpaduan antara frustrasi dan absurditas hidup sehari-hari, khas gaya Dancehall yang selalu menempatkan kegelisahan sebagai bahan bakar kreativitas.

Dalam pernyataannya, band menjelaskan bahwa “Something” terinspirasi dari masa ketika mereka tinggal di kawasan timur London, di apartemen kecil yang menyerupai toko.

Dulu kami hidup seperti punk di dalam kamar tidur, tidur seadanya, terus-menerus menulis musik, dan bergantung pada bir kaleng murah serta makanan cepat saji. Rasanya kosong, tetapi juga penuh kehidupan,” tulis mereka.

Dengan lagu “100% Music”, Dancehall menegaskan identitasnya sebagai band yang tumbuh tanpa kehilangan karakter liar dan spontan. Mereka memperluas batas post-punk klasik ke wilayah yang lebih berwarna, tetap sarat emosi, dan tidak kehilangan ketegangan khas London yang membuat mereka tetap relevan di peta musik alternatif Inggris saat ini.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *