New Tracks
Decemberism Rilis “A Summer Bluer”, Angkat Tema Perpisahan Dan Penerimaan
Unit musik asal Sidoarjo, Decemberism, kembali dengan single terbaru bertajuk “A Summer Bluer” yang dirilis secara digital pada 17 April 2026 melalui Haum Entertainment. Rilisan ini hadir di tengah perjalanan mereka yang kini dijalankan oleh dua personel, Lambang Akbar Ramadhan pada gitar dan Abiezar Akbar Pramestio yang mengisi vokal serta gitar.
“A Summer Bluer” membawa nuansa reflektif yang bertemakan perpisahan, perpindahan, dan upaya berdamai dengan kenangan. Lagu ini mengalir dalam atmosfer hangat yang justru menyimpan rasa kehilangan, seperti musim panas yang tidak sepenuhnya cerah. Komposisinya dibangun dengan lirik puitis, menggambarkan hujan di tengah musim, bentang laut yang luas, hingga momen sunyi saat seseorang merenung dan memproses kehilangan.
“Single ini, secara garis besar kami definisikan sebagai suatu musim panas yang lebih ‘biru’ dari biasanya, di mana biru sering dihubungkan dengan perasaan yang dalam, kesetiaan, komitmen, dan sendu,” ujar Lambang menjelaskan. Pernyataan ini menjadi kunci untuk memahami arah emosional lagu ini, yang tidak hanya berfokus pada kesedihan, tetapi juga menyentuh aspek penerimaan.
Selain membahas kehilangan, “A Summer Bluer” juga menyinggung proses melanjutkan hidup. Ada kesadaran bahwa meninggalkan sesuatu sering kali tidak mudah, tetapi tetap menjadi bagian dari perjalanan pribadi. Nuansa sinematik yang terasa dalam penulisan liriknya terinspirasi oleh film-film Jepang yang kontemplatif, memberikan ruang untuk interpretasi yang lebih luas terhadap emosi yang dihadirkan.
Dari sisi musikal, lagu ini memperlihatkan perkembangan pendekatan Decemberism. Arah sonik yang mereka bawa terasa lebih terstruktur, dengan pengaruh kuat dari emo era 90-an serta referensi musik Jepang. Karakter tersebut memberi warna tersendiri, sekaligus menjaga kesinambungan dengan rilisan sebelumnya, “City Hall / Countless Times” yang dirilis pada 2023.
Proses kreatif untuk lagu “A Summer Bluer” berlangsung cukup lama. Draf awalnya sudah disiapkan setelah perilisan sebelumnya, tetapi rekaman baru dimulai pada pertengahan tahun lalu. Selama tahap produksi, mereka melibatkan beberapa kolaborator untuk mengembangkan materi yang ada.
Gangsar Priyambodo mengisi bagian bass, sementara Prima Panji menangani drum. Rekaman gitar, bass, dan vokal dilakukan di Selfrecs Studio bersama Alwan Hilal Cessaro, sedangkan sesi drum direkam di Trek House, yang sekarang dikenal sebagai Rotary Music Space. Proses mixing dan mastering akhir diselesaikan oleh Ayok dari Griffin Studio.
Pendekatan visual juga menjadi bagian penting dalam rilisan ini. Artwork dikembangkan dengan referensi estetika Jepang, khususnya konsep mono no aware yang menekankan keindahan dalam kefanaan. Eksplorasi warna berujung pada pemilihan biru sebagai pusat emosi visual. Materi foto yang digunakan berasal dari dokumentasi Anggra dan Yogi Fadillah yang berbasis di Jepang, memberi konteks visual yang selaras dengan tema lagu.
“A Summer Bluer” tidak hanya berdiri sebagai single, tetapi juga membuka arah bagi langkah berikutnya dari Decemberism. Band ini tengah menyiapkan materi untuk album penuh pertama mereka, dengan harapan dapat memperluas jangkauan karya mereka ke audiens yang lebih luas. Dengan pendekatan yang semakin matang, rilisan ini memperlihatkan posisi mereka yang terus berkembang di skena independen.
Single “A Summer Bluer” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak tanggal perilisannya. Lagu ini membawa kombinasi antara refleksi personal dan pendekatan musikal yang terarah, memperlihatkan bagaimana Decemberism merangkai emosi menjadi karya yang tetap relevan bagi pendengar saat ini.
