New Tracks

Distorsi Fuzzy Dan Depresi Yang Diterjemahkan Sheaves Dengan Elegan Di Single “Keruh”

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Sheaves

Sheaves, unit rock alternatif asal Surabaya, kembali melanjutkan langkah kreatifnya dengan menghadirkan single baru berjudul “Keruh” yang dijadwalkan rilis pada Jumat, 29 Agustus 2025. Bagi band ini, musik bukan hanya soal bunyi, melainkan juga pernyataan sikap.

Dari awal perjalanan mereka, Sheaves sudah menempatkan diri dalam payung tema “90’s is dead?”, sebuah kalimat retoris yang menegaskan bahwa musik era 90-an, alih-alih mati, justru terus hidup dan berdenyut lewat generasi baru.

“Keruh” lahir dari dorongan untuk menggambarkan kondisi mental yang sering kali rapuh di bawah tekanan hidup. Lagu ini berbicara tentang luapan amarah, rasa depresi, dan hilangnya kendali seseorang atas pikirannya sendiri. Dalam kondisi tertentu, bahkan hal-hal yang awalnya tampak jernih bisa berubah menjadi keruh dan menyesakkan.

Di titik ini, kehidupan sering kali menjadi kambing hitam yang mudah disalahkan. Namun, Sheaves tidak berhenti pada gelapnya perasaan itu saja. Di bagian penutup, “Keruh” justru menghadirkan ruang refleksi, sebuah fase penyadaran bahwa badai emosi tersebut pada akhirnya bisa berlalu dan membuka jalan menuju kejernihan baru.

Band Sheaves

Secara musikal, Sheaves meracik “Keruh” dengan campuran elemen yang sarat referensi, tetapi tetap berkarakter. Lagu ini menampilkan gitar berat dan fuzzy yang mengingatkan pada era “Siamese Dream”-nya Smashing Pumpkins, berpadu dengan nuansa kotor yang kental dengan roh Seattle sound dari dekade 90-an.

Tidak berhenti di situ, ada juga lapisan warna yang terinspirasi dari britpop, menghadirkan tekstur yang lebih luas tanpa menghilangkan karakter agresifnya.

Meski penuh letupan emosi, aransemen “Keruh” disusun dengan proporsi yang tepat. Instrumen-instrumen yang hadir di dalamnya tidak saling berbenturan, melainkan menyatu dalam komposisi yang solid. Di beberapa titik, permainan gitar muncul secara cerdik, menambah kedalaman emosional dan memperkuat atmosfer yang dibangun.

Energi yang dihadirkan terasa liar, tetapi tetap diarahkan dengan kontrol musikal yang matang. Hasilnya, Sheaves berhasil menyalurkan inspirasi besar mereka tanpa terjebak dalam sekadar tiruan.

Band rock alternatif Sheaves

Ada kesan bahwa “Keruh” adalah sebuah pernyataan personal, namun di saat yang sama juga terasa universal. Setiap orang bisa melihat dirinya di dalam kisah yang diceritakan: perasaan terjebak, pikiran yang keruh, lalu menemukan titik balik menuju penyadaran. Lagu ini menjadi semacam potret jujur tentang kondisi mental yang sering kali tidak mudah dibicarakan, tetapi bisa tersampaikan lewat bahasa musik.

Rilisnya “Keruh” bukan hanya menambah daftar karya Sheaves, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menuju album debut yang direncanakan meluncur tahun depan. Dengan keberanian untuk mengangkat tema yang emosional sekaligus meramu inspirasi musik 90-an ke dalam konteks masa kini, Sheaves menunjukkan bahwa semangat “90’s is dead?” mereka bukan sekadar slogan, melainkan sebuah pendekatan artistik.

“Keruh” pada akhirnya berdiri sebagai bukti bahwa nostalgia bisa menjadi bahan bakar untuk menciptakan sesuatu yang relevan, segar, dan penuh energi.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *