New Tracks

Dua Sisi Emosi Dalam Maxi Single Perdana Bassst “The World Make Sense Somehow”

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Bassst

Menjelang penutupan tahun, lanskap musik kembali dipenuhi oleh rilisan-rilisan baru dari berbagai arah. Di tengah arus tersebut, muncul nama Bassst, proyek solo terbaru dari Bastya Indrawan, yang sebelumnya dikenal lewat kiprahnya bersama Eas.y dan Bitter Club. Kali ini, Bastya memilih berjalan sendiri, membuka lembaran baru dalam perjalanan bermusiknya lewat debut maxi single berjudul “The World Make Sense Somehow”.

Peralihan ini bukan sekadar soal format, melainkan juga ruang ekspresi. Jika sebelumnya Bastya bergerak dalam dinamika band yang penuh energi kolektif, Bassst hadir sebagai medium yang lebih intim dan reflektif. Maxi single ini menjadi pintu masuk menuju dunia personal yang ingin ia ceritakan, dengan dua lagu yang sengaja diletakkan dalam posisi saling berlawanan: “The World Make Sense Somehow” dan “Glances”.

“The World Make Sense Somehow” dibuka dengan lirik yang menggambarkan pencarian tempat berpijak, tentang rasa berputar-putar dan keinginan untuk merasa pantas berada di suatu ruang. Lagu ini bergerak dengan nuansa hangat dan optimistis, mengisahkan momen ketika hidup terasa lebih masuk akal karena kehadiran orang-orang terdekat.

Bastya memaknai kebahagiaan lewat hal-hal yang sering kali sederhana: pasangan hidup, anak, hingga rekan kerja yang membuat hari terasa lebih ringan. Dari relasi-relasi inilah dunia seolah menemukan maknanya kembali.

Berbeda arah, “Glances” hadir sebagai cermin dari sisi yang lebih rapuh. Lagu ini menggali ketakutan-ketakutan personal yang kerap hadir diam-diam, mulai dari rasa takut mencintai, takut memulai sesuatu yang baru, sampai ketakutan untuk sekadar menginginkan cinta itu sendiri.

Bastya tidak berusaha menutupinya dengan narasi manis. Sebaliknya, ia membiarkan kegelisahan itu berbicara apa adanya. Secara konsep, “Glances” juga berfungsi sebagai demo awal untuk single Bassst berikutnya yang dijadwalkan rilis pada Februari mendatang, sekaligus memberi petunjuk ke arah eksplorasi musikal selanjutnya.

Solois Bassst

Dua lagu dengan emosi yang saling bertolak belakang inilah yang membuat maxi single ini terasa personal dan relevan. Bastya secara sadar menjadikan kontras sebagai benang merah, menekankan bahwa hidup tidak pernah bergerak dalam satu garis emosi.

Baik dan buruk, senang dan sedih, syukur dan takut, semuanya saling terkait dan hadir silih berganti. Melalui Bassst, ia ingin menyampaikan bahwa naik-turun adalah bagian wajar dari perjalanan, dan tidak ada alasan untuk terus-menerus merasa gentar menghadapi hari esok.

Dari sisi musikal, Bassst banyak dipengaruhi oleh warna sophisti-pop dan pop kontemporer. Referensi seperti LANY, Taylor Swift, hingga James Bay terasa dalam pilihan aransemen yang mengedepankan melodi lembut, sentuhan electro-pop, dan atmosfer dream-pop yang ringan. Pendekatan ini membuat kedua lagu terdengar manis tanpa kehilangan kedalaman emosinya.

Dalam proses penulisan, Bastya tidak sepenuhnya bekerja sendiri. Ayesa Almanda turut terlibat dalam penulisan “Glances”, sementara Fajrin Jauhari mengisi bagian vokal latar. Namun untuk urusan dapur produksi, mulai dari rekaman hingga mixing dan mastering, Bastya memilih mengerjakannya secara mandiri untuk menegaskan kontrol penuh atas visi artistiknya.

Sebagai pelengkap perilisan, Bassst juga menyiapkan video lirik yang disutradarai oleh Rizky Exa Mardiansyah. Maxi single debut “The World Make Sense Somehow” resmi dirilis pada 19 Desember 2025 dan sudah dapat didengarkan di seluruh platform streaming digital. Sebuah langkah awal yang tenang dan membuka banyak kemungkinan untuk perjalanan Bassst ke depan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *