New Tracks

Elisya Rilis “Sections”, Lanjutkan Benang Merah Emosi Dari “Hollow”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Elisya

Skena musik alternatif Bandung kembali menghadirkan nama yang patut diperhitungkan lewat kehadiran Elisya, unit shoegaze dan rock alternatif yang terbentuk pada 2023. Awalnya digagas oleh Raihan “Ean” Muhamad, Haekal Nadhil Badjeber, dan Muhammad Fahri Sembiring, proyek ini kini berjalan dalam format duo dengan Ean dan Haekal sebagai motor utama.

Sejak awal, Elisya membawa fondasi yang tidak lazim untuk ranah shoegaze. Latar belakang para personelnya yang akrab dengan spektrum progresif seperti Karnivool, Mastodon, dan Tool membentuk pendekatan komposisi yang lebih dinamis.

Alih-alih terjebak dalam dinding distorsi, mereka menciptakan lanskap suara yang melankolis dengan detail ritmis dan struktur lagu yang berkembang perlahan. Nuansa atmosferik bertemu dengan elemen progresif, menghasilkan karakter yang pekat, emosional, dan terukur.

Perkenalan mereka dimulai lewat single “Au Revoir” pada 2024, sebuah trek yang memperlihatkan kecenderungan melodi sendu dengan lapisan gitar bergaung panjang. Setahun berselang, Elisya merilis dua lagu, “Sanctuary” dan “Hollow”.

Elisya Band

Dalam “Hollow”, mereka berkolaborasi dengan Shada, yang memperluas spektrum vokal sekaligus menekankan sisi rapuh yang menjadi benang merah proyek ini. Tema tentang kekosongan, jarak emosional, dan pergulatan batin terasa konsisten mengalir dalam setiap rilisan.

Memasuki awal 2026, Elisya kembali dengan single terbaru berjudul “Sections”. Lagu ini terinspirasi dari gagasan tentang fragmen ingatan yang sempat hilang dari kesadaran, lalu muncul kembali dalam potongan-potongan yang tidak utuh.

Secara tematik, “Sections” masih terhubung dengan “Hollow”. Jika lagu sebelumnya berbicara tentang kehampaan yang mengendap, maka “Sections” menggali sisa-sisa perasaan yang kembali muncul, membawa bobot emosi yang sama beratnya.

Secara musikal, “Sections” dibuka dengan tempo yang pelan dan lapisan gitar yang mengalun tenang, lalu perlahan berkembang ke bagian yang lebih padat dengan dinamika yang terkontrol. Pukulan drum yang minimalis memberi celah bagi vokal untuk tampil lebih terasa, walaupun terdengar rapuh.

Di akhir lagu, distorsi hadir bukan sekadar untuk memenuhi ruang, melainkan sebagai elemen dramatik yang memperkuat narasi. Pendekatan ini memperlihatkan kematangan Elisya dalam meramu intensitas tanpa kehilangan fokus.

Band Elisya Bandung

Lagu ini ditulis oleh Raihan Muhamad, Haekal Nadhil Badjeber, dan Farhan Fadhillah. Seluruh proses rekaman dan produksi dikerjakan secara mandiri oleh ketiganya. Tahap mixing dan mastering ditangani langsung oleh Haekal, sementara artwork digarap oleh Haekal dan kemudian disunting oleh Raihan. Keterlibatan penuh para personel dalam setiap detail memperlihatkan kontrol artistik yang mereka jaga sejak awal.

Kehadiran “Sections” membuka arah baru perjalanan Elisya sepanjang 2026, sekaligus menjadi penghubung menuju karya berikutnya yang telah mereka siapkan. Di saat yang sama, rilisan ini juga menjadi upaya mereka untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, memperkenalkan warna shoegaze alternatif khas Bandung ke lingkup yang lebih besar.

Sejak 23 Februari 2026, “Sections” sudah tersedia di berbagai layanan streaming musik digital. Dengan konsistensi tema, eksplorasi suara yang terus berkembang, dan kemandirian dalam produksi, Elisya secara perlahan membangun identitas yang lebih kuat di tengah ramainya lanskap musik alternatif Indonesia.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *