New Albums
for Revenge Menutup Tahun 2025 Dengan Merilis Album Ke Lima “Perayaan Patah Hati – Babak 2”
for Revenge kembali menarik perhatian dengan langkah besar yang sudah lama mereka siapkan. Band rock alternatif asal Bandung itu resmi melepas album kelima berjudul ‘Perayaan Patah Hati – Babak 2’, sebuah karya yang menutup rangkaian cerita emosional yang sudah mereka bangun sejak perilisan Babak 1 pada 2022.
Jika album sebelumnya menggali kedalaman kehilangan, maka rilisan terbaru ini bergerak ke fase berikutnya: menerima, memahami, dan menemukan cahaya di tengah rasa yang sempat berat.
Proses pengerjaan album ini berlangsung cukup panjang. Sejak awal 2023, for Revenge mulai merangkai materi baru, lalu memperkenalkannya perlahan lewat single “Sadrah” pada 2024. Dari situ, arah albumnya mulai terasa. Mereka mengumpulkan 14 lagu yang membawa pendengar menelusuri perjalanan batin yang lebih tenang, meski tetap diselimuti emosi yang khas.
Boniex Nur, sang vokalis, menyebut Babak 2 sebagai fase yang lebih jernih. Menurutnya, setelah berbicara tentang kehilangan di album sebelumnya, kini mereka mengajak pendengar memasuki ruang penerimaan. Ada titik terang yang ingin mereka bawa, sebuah cara lain untuk mengajak orang merayakan patah hati tanpa harus larut di dalam gelapnya.

Perjalanan ini tidak ditempuh sendirian. Sejak awal, for Revenge sudah menyiapkan ruang bagi kolaborasi, dan tiga di antaranya telah lebih dulu dirilis: Wira Nagara hadir di “Kala Luka Berpesta”, Elsa Japasal di “Menunggu Giliran”, dan Stand Here Alone di “Untuk Kau yang Di Sana (UKYDS)“.
Ketiganya memberi warna berbeda yang memperluas spektrum emosional album ini. Sementara dua kolaborasi lain baru dapat didengar ketika album penuh ini dirilis, bekerja sama dengan Vicky Mono dari DeadSquad dan unit pop eksentrik Lomba Sihir.
Kolaborasi dengan Vicky menghadirkan sisi yang lebih garang. Boniex menjelaskan bahwa hubungan personal mereka sudah terjalin sejak lama, sejak masa-masa Vicky di Burgerkill. Bahkan Vicky pernah muncul sebagai model dalam video musik “Jeda”. Ketika mereka menemukan materi “Bernama Karma” yang penuh amarah, nama Vicky langsung muncul sebagai sosok yang paling tepat untuk mengisi energi lagu tersebut.
Di sisi lain, kolaborasi dengan Lomba Sihir lahir dari kebutuhan menghadirkan warna lebih meriah. Saat materi “Selamat Merayakan” dirasa masih kehilangan sentuhan cerah yang mereka bayangkan, Lomba Sihir menjadi pilihan utama. Kolaborasi di Konser Sang Derana membuka jalan, lalu berlanjut ke studio, dan akhirnya menghasilkan lagu yang sesuai dengan bayangan awal mereka.
Setelah tiga tahun sejak perilisan Babak 1, kehadiran Babak 2 terasa seperti penutup cerita yang lama digodok. Boniex mengaku lega sekaligus puas melihat hasil akhirnya, apalagi album ini sempat direncanakan rilis pada 2023 dan harus mundur.
Menurutnya, jeda tiga tahun ini tidak membuat benang merah hilang. Justru ada banyak warna baru yang memperlihatkan perkembangan musikal for Revenge. Meski judulnya menyertakan Babak 2, album ini tetap bisa dinikmati siapa pun tanpa harus mengetahui kisah sebelumnya. Namun, pengalaman mendengarkan dua album ini berurutan akan memberi gambaran lengkap tentang rangkaian fase kehilangan yang mereka susun.
‘Perayaan Patah Hati – Babak 2’ juga membuka lembaran baru dalam karier for Revenge, karena ini adalah album penuh pertama yang mereka rilis bersama Sony Music Indonesia. Masuk ke rumah baru membuat mereka belajar banyak hal, bertemu lebih banyak orang yang membantu proses kreatif, dan merasakan fase pendewasaan lain dalam perjalanan mereka sejak 2006.
Di tengah antusiasme tersebut, Boniex menyampaikan pesan sederhana untuk para pendengar yang sudah menunggu karya ini. Ia mengajak semua orang merasakan perjalanan emosional yang mereka hadirkan, mempersilakan siapa saja untuk menyelami, memahami, dan merayakan patah hati dengan cara mereka sendiri.
Album ‘Perayaan Patah Hati – Babak 2‘ sudah tersedia di seluruh platform digital mulai 11 Desember 2025.
Support Gigsplay Dengan Saweria