Music News

Hapus Semua Unggahan Di Twitter/X, My Chemical Romance Ungkap Tur The Black Parade Sebagai Prekuel

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

My Chemical Romance
My Chemical Romance (2012)

Band rock alternatif asal Amerika, My Chemical Romance memicu spekulasi luas di kalangan penggemar setelah menghapus seluruh unggahan di akun Twitter/X mereka sekaligus mengonfirmasi bahwa tur dunia bertema “The Black Parade” yang sedang berjalan berfungsi sebagai sebuah prekuel dari narasi yang lebih besar.

Pengumuman tur dunia ini pertama kali disampaikan pada September lalu sebagai perayaan album klasik mereka tahun 2006, ‘The Black Parade‘, dengan jadwal pertunjukan yang mencakup Inggris, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, hingga Asia Tenggara. Rangkaian konser ini meneruskan tur 2025 yang dikenal sebagai “Long Live The Black Parade Tour”.

Penampilan terbaru mereka berlangsung di Mexico City pada 14 Februari, menutup rangkaian tur Amerika Latin dengan dua konser berturut-turut di Estadio GNP Seguros. Menjelang pertunjukan tersebut, band ini secara tiba-tiba menghapus semua arsip unggahan di akun X mereka.

Langkah ini langsung memancing dugaan bahwa sebuah pengumuman besar tengah disiapkan. Lokasi konser itu sendiri dianggap memiliki makna simbolis. Mexico City merupakan titik akhir tur mereka setelah perilisan ‘The Black Parade’ pada 2006, yang kemudian diabadikan dalam film konser “The Black Parade Is Dead!”. Film tersebut saat itu dipahami sebagai penutup sebuah era ketika band tampil sepenuhnya dalam karakter The Black Parade.

Akun Twitter My Chemical Romance

Dalam tur terbaru ini, My Chemical Romance kembali menghidupkan karakter-karakter tersebut dan memperluasnya menjadi alur cerita panggung yang berkembang dari malam ke malam. Setiap konser menampilkan album ‘The Black Parade’ secara utuh, disertai interaksi teatrikal dengan tokoh-tokoh fiktif seperti The Dictator yang telah diperkenalkan pada tur 2025.

Salah satu elemen dramatis yang menonjol adalah kehadiran seorang penyanyi opera yang muncul saat lagu “Mama”. Pada konser di Mexico City, terungkap bahwa karakter tersebut adalah seorang perawat dari organisasi represif bernama MOAT, tempat alter ego The Black Parade digambarkan sebagai tahanan.

Karakter perawat itu kembali muncul dalam lagu pembuka “The End”, menggiring vokalis Gerard Way menuju figur lain yang membawa sebuah kotak berisi jaket yang ia kenakan selama tur 2025. Di atas panggung, Way menjelaskan bahwa konsep tur sebagai prekuel merupakan gagasan desainer produksi Rob Sinclair. Menurutnya, pendekatan ini dipilih karena keterbatasan logistik yang membuat mereka tidak dapat mereplikasi skala produksi tur sebelumnya, sehingga narasi cerita diperdalam sebagai pengganti kemegahan visual.

Tur ini akan menyambangi Inggris dengan konser di Anfield Stadium, Liverpool, pada 30 Juni, dilanjutkan ke Glasgow dan tiga pertunjukan besar di Wembley Stadium, London, pada 8, 10, dan 11 Juli, sebelum bergerak ke Eropa dan Amerika Serikat pada Agustus. Daftar penampil pembuka mencakup sejumlah nama penting seperti Echo & the Bunnymen, Interpol, Joan Jett, Skunk Anansie, Sunny Day Real Estate, dan Mogwai.

Gerard Way My Chemical Romance

Gerard Way / My Chemical Romance (2026)

Dalam beberapa konser terakhir, My Chemical Romance memainkan ‘The Black Parade’ secara penuh, diselingi lagu-lagu langka dari era tersebut serta sejumlah hit mereka. Pada pertunjukan musim panas di Los Angeles, band ini memperkenalkan lagu baru yang belum dirilis berjudul “War Beneath The Rain”.

Mereka juga membawakan versi kejutan dari lagu “Bullet with Butterfly Wings” milik The Smashing Pumpkins saat tampil di San Francisco, serta memberikan penghormatan kepada mantan personel Bob Bryar dalam konser di Chicago.

Spekulasi mengenai kemungkinan perilisan materi baru terus berkembang di kalangan penggemar. Sejak album keempat mereka, ‘Danger Days’, My Chemical Romance belum merilis album studio lanjutan. Pada 2022, mereka sempat merilis single comebackThe Foundations Of Decay”, dan awal tahun ini menghadirkan edisi deluxe ulang tahun ke-21 dari album klasik ‘Three Cheers for Sweet Revenge’.

Menambah rasa penasaran, pada akhir Januari lalu, band ini mengunggah teaser misterius dengan tulisan “PHANTOM” dan pesan “A GAME YOU WILL PLAY”, yang juga muncul di halaman gitaris Frank Iero. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa sesuatu yang besar tengah dipersiapkan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *