New Tracks
“Hasrat Kuasa” Jadi Titik Awal Death Escape Menyelami Jagat Gelapnya Sendiri
Apa jadinya jika musisi dari berbagai latar belakang dan genre bertemu lalu meledak dalam satu proyek hardcore? Jawabannya mungkin ada di Death Escape, band baru asal Bandung yang menghadirkan energi mentah tanpa kompromi.
Walau nama mereka baru muncul di permukaan, setiap personelnya bukan orang baru dalam dunia musik. Willy, yang dikenal lewat Aftercoma, memegang peran sebagai vokalis; Oktav Mutter dari Punitive dan Khlorine di posisi drum; Raski, yang juga dikenal lewat Swan Lake Station, mengisi gitar; sementara posisi bass diisi oleh Sungkeh, solois hip-hop yang menambah warna unik dalam komposisi band ini.
Bersama, mereka menyatukan ego, emosi, dan keresahan dalam satu wadah bernama Death Escape, sebuah bentuk pelarian dari segala sesuatu yang menekan selama ini. Mereka menyebut ruang ekspresinya sebagai “Jagat Gelap”, dunia tempat semua hal yang terpendam akhirnya dimuntahkan tanpa sensor dan tanpa belas kasihan. Di sinilah Death Escape mengukuhkan identitasnya, bukan hanya sebagai band, tetapi sebagai katarsis kolektif.
Single debut mereka, “Hasrat Kuasa”, menjadi bukti awal seberapa brutal dan jujur Death Escape bisa terdengar. Dari detik pertama, lagu ini menolak memberi ruang untuk bernapas. Gebukan drum Oktav terasa seperti sirine perlawanan, gitar Raski mengaum dengan nada-nada tajam yang menggores, sementara teriakan Willy memantul seperti amarah yang tak terbendung. Tidak ada momen tenang, Death Escape memaksa pendengarnya untuk ikut masuk ke dalam ledakan energi yang tak kenal kompromi.
Namun di balik kebisingan itu, ada arah yang jelas. “Hasrat Kuasa” bukan sekadar unjuk gigi sonik, tapi juga sebuah komentar sosial. Lewat liriknya, Death Escape menyoroti kerakusan para penguasa yang menindas tanpa rasa empati.
Ini bukan lagu yang dibuat untuk menyenangkan semua orang; ini adalah bentuk perlawanan yang disampaikan dengan gaya khas hardcore: keras, jujur, dan tak peduli pada batas kenyamanan. Mereka mengutuk para begundal yang menjadikan kekuasaan sebagai alat penindasan, sekaligus mengajak pendengarnya untuk melampiaskan kemarahan terhadap ketidakadilan.
Dalam konteks musikal, Death Escape tidak berusaha menjadi band hardcore yang mengikuti formula. Mereka lebih mirip pertemuan lintas alam antara punk yang mentah, metal yang agresif, dan jiwa eksperimental yang liar. Masing-masing personel membawa warisan dari proyek sebelumnya, menciptakan suara yang berlapis tapi tetap brutal. “Hasrat Kuasa” terasa seperti dunia yang mereka bangun sendiri: gelap, intens, dan reflektif terhadap realitas sosial yang kian absurd.
Lagu ini juga menjadi pintu masuk menuju proyek yang lebih besar. Death Escape sedang menyiapkan debut EP mereka, yang akan dirilis melalui 40124 Reverge. Dari bocoran yang terdengar sejauh ini, mereka tak berencana melunak atau bermain aman. Nada-nadanya tetap tajam, sikapnya keras, dan pesan yang dibawa masih sama: menolak diam di tengah kebusukan yang merajalela.
“Hasrat Kuasa” kini sudah tersedia di berbagai platform digital, mengundang siapa pun yang siap menelusuri jagat gelap Death Escape: sebuah perjalanan sonik yang tak hanya menguras energi, tapi juga menyentuh sisi paling jujur dari kemarahan manusia.
