New Tracks
“Hearten” Menjadi Titik Balik Perjalanan SOUL OF DECAY
SOUL OF DECAY, unit rock alternatif/emo asal Bandung, kembali membuat gebrakan dengan merilis single terbaru berjudul “Hearten”. Band yang kini beranggotakan Hafizh pada gitar, Zidan di bass, Frizi di drum, serta vokalis baru Faiq ini menghadirkan sebuah karya yang penuh perenungan tentang ekspektasi dalam hubungan yang kerap kali berakhir tidak sesuai harapan.
Dirilis pada 29 Agustus 2025, lagu ini menampilkan sisi emosional band sekaligus membuka lembaran baru dalam perjalanan mereka.
“Hearten” hadir sebagai catatan reflektif tentang harapan yang tumbuh terlalu cepat dan hancur lebih cepat lagi. Lewat lirik yang lugas dan aransemen musik yang pekat, SOUL OF DECAY mencoba menangkap kondisi rapuh seseorang ketika berhadapan dengan realitas yang tak sesuai dengan bayangan.
Faiq, yang baru bergabung tahun ini, menyebut lagu ini sebagai bentuk pengakuan. “Kita semua pernah berharap terlalu banyak. Saat itu tidak terpenuhi, kita malah menyalahkan diri sendiri, tapi tetap tidak berhenti berharap. Lagu ini mencoba menggambarkan momen-momen itu—pahit, tapi perlu,” jelasnya.

Secara musikal, “Hearten” dirangkai dengan sentuhan gitar melodius khas Hafizh yang mampu membangun atmosfer gelap namun tidak kehilangan daya tarik emosional. Zidan mempertebal suasana dengan dentuman bass yang dalam, sementara Frizi menambahkan lapisan dinamika lewat permainan drum yang terkontrol dan bertenaga.
Kehadiran Faiq membawa warna vokal baru yang lebih personal, menyalurkan perasaan getir dan rapuh dengan cara yang menusuk tanpa berlebihan. Perpaduan ini menghasilkan komposisi yang terasa jujur, seolah lagu tersebut ditulis untuk siapa saja yang pernah merasakan beban ekspektasi.
Jika ditilik lebih jauh, “Hearten” memperlihatkan kecenderungan SOUL OF DECAY untuk merangkul estetika emo revival dengan pendekatan alternative rock yang lebih modern. Ada semacam keseimbangan antara nuansa gelap yang melankolis dengan energi yang tetap menghidupkan, sehingga lagu ini tidak terjebak dalam satu warna emosi saja. Dalam hal produksi, kualitas suara yang dihadirkan terdengar matang, memberi ruang bagi setiap instrumen untuk berbicara tanpa saling menenggelamkan.
Single ini juga menjadi tonggak penting bagi perjalanan SOUL OF DECAY, membuka fase baru setelah melewati berbagai pergantian formasi. Faiq hadir bukan hanya sebagai pengisi kekosongan posisi vokalis, melainkan sebagai wajah baru yang membawa band ini menuju arah berbeda.
Dengan formasi yang kini lebih solid, mereka tampak ingin melangkah lebih jauh, membangun identitas yang semakin kuat, dan meraih pendengar yang lebih luas, terutama mereka yang pernah terjebak dalam lingkaran harapan dan kenyataan yang saling berbenturan.
Selain perilisan digital yang sudah bisa diakses di Spotify, Apple Music, dan YouTube Music, “Hearten” juga akan diperkuat dengan musik video resmi yang akan segera dirilis. Visualisasi ini diharapkan mampu memberi gambaran lebih nyata tentang cerita yang terkandung di balik lagu.
Bagi sebuah band indie yang lahir dari Bandung, kota yang tak pernah berhenti melahirkan unit-unit alternatif dengan karakter khas, “Hearten” adalah langkah ambisius.
Lagu ini mungkin tidak memberi jawaban atas luka yang ditimbulkan ekspektasi, tetapi justru mengingatkan pendengar bahwa kerentanan adalah sesuatu yang wajar, bahkan perlu dirayakan. Dengan itu, “Hearten” tidak hanya berdiri sebagai karya musik, tapi juga sebagai ruang perenungan bagi siapa pun yang masih percaya pada harapan, meski tahu risikonya.
