New Albums
Hold Merilis ‘Truth and Honor’, Catatan Agresif Tentang Bertahan Dan Bangkit
Setelah menutup 2025 dengan perilisan single “Unshaken”, Hold, kolektif hardcore asal Surabaya, kembali bergerak dengan merilis mini album bertajuk ‘Truth and Honor’. Rilisan ini hadir melalui Death Breath Records, label independen dari Surabaya yang sejak awal konsisten menaungi perjalanan musikal Hold.
EP ini menjadi kelanjutan narasi yang telah mereka bangun, sekaligus pernyataan tegas bahwa Hold belum kehilangan tenaga maupun arah di tengah dinamika skena bawah tanah.
Menurut pernyataan band, ‘Truth and Honor’ lahir dari pergulatan batin yang panjang. Tema kejujuran, pertarungan melawan diri sendiri, serta upaya untuk tetap berdiri tegak di tengah tekanan hidup menjadi fondasi utama mini album ini.
Hold tidak mencoba mengemas cerita yang manis, melainkan menghadirkan potret apa adanya tentang keraguan, rasa kalah, dan keputusan untuk bangkit kembali. Kejujuran di sini tidak diposisikan sebagai kelemahan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hidup yang terus berjalan.
Secara konseptual, ‘Truth and Honor’ berbicara tentang keberanian untuk mengakui sisi rapuh. Tentang momen ketika seseorang menyadari bahwa musuh terberat sering kali adalah dirinya sendiri.
Namun alih-alih terjebak dalam kekalahan, EP ini mengajak pendengar untuk melihat ke dalam, menghadapi ketakutan, menerima luka, dan mencari makna dari setiap konflik batin. Di balik kekacauan yang digambarkan, Hold menegaskan masih ada nilai-nilai yang layak dijaga dan diperjuangkan.
Mini album ini memuat enam lagu dengan total durasi 15 menit 46 detik. Tracklist-nya terdiri dari “Bridge Of Nothing”, “The False Edge”, “Unshaken”, “Bara Lara”, “Truth and Honor”, dan “Framing The Flames”.
“Unshaken” sebelumnya telah dirilis sebagai single lepas pada Mei 2025 dan kini menemukan konteks yang lebih utuh di dalam EP ini. Keenam lagu tersebut tersusun rapat tanpa jeda, seolah dirancang untuk didengarkan dalam satu tarikan napas.
Dari sisi musikal, Hold tampil agresif dan tanpa kompromi. Gebukan drum yang menghantam sejak detik pertama berpadu dengan gitar yang kasar dan berlapis distorsi, menciptakan atmosfer yang padat dan menekan.
Energi hardcore yang mereka suguhkan terasa lebih matang, dengan struktur lagu yang langsung menghantam tapi tetap terkontrol. EP ini seperti curahan total dari seluruh kemampuan yang mereka miliki saat ini, sekaligus penegasan bahwa Hold masih memiliki daya gempur kuat di skena hardcore Surabaya.
‘Truth and Honor’ juga bisa dilihat sebagai simbol perjalanan menuju kedewasaan. Perubahan arah musik yang lebih berani dan keras menunjukkan bahwa Hold belum kehilangan semangat.
Sebaliknya, mereka tampak siap untuk kembali mengambil ruang, dengan pendekatan yang lebih jujur dan sikap yang lebih tegas terhadap apa yang ingin mereka sampaikan. Mini album ini menegaskan bahwa kejujuran adalah bentuk penghormatan tertinggi, baik kepada diri sendiri maupun pada proses hidup yang terus berubah.
Di ranah visual, artwork ‘Truth and Honor’ dikerjakan oleh Ardha Lepa, seniman visual asal Solo yang dikenal dengan pendekatan visualnya yang kuat dan berkarakter. Visual tersebut melengkapi atmosfer EP ini, memberikan kesan keras dan reflektif, sejalan dengan tema yang diusung oleh Hold. Band ini menyebut rilisan ini sebagai salah satu karya terbaik mereka setelah kurang lebih lima tahun tidak merilis materi baru.
Ke depan, Hold juga telah menyiapkan sejumlah rencana lanjutan. Selain merilis merchandise, mereka berencana menghadirkan ‘Truth and Honor’ dalam format fisik seperti kaset pita dan cakram padat. Langkah ini menunjukkan komitmen mereka untuk tetap menjaga kedekatan dengan kultur fisik yang masih hidup di skena bawah tanah.
‘Truth and Honor’ telah tersedia di seluruh platform streaming musik sejak 22 Januari 2026.
Support Gigsplay Dengan Saweria
