International
Honey I’m Home Rilis “Hyperspace Mountain”, Anthem Shoegaze Yang Powerful!
Kuartet asal Belanda, Honey I’m Home, terus melanjutkan perjalanan mereka dengan merilis single terbaru berjudul “Hyperspace Mountain”. Lagu ini hadir tidak lama setelah rilisan sebelumnya, “Pretty”, yang membawa mereka untuk pertama kalinya mendapatkan airplay nasional di Inggris melalui BBC 6 Music. Dengan rilisan terbaru ini, band tersebut menunjukkan kepercayaan diri yang semakin kuat, menghadirkan energi yang lebih powerful dibandingkan karya-karya sebelumnya.
“Hyperspace Mountain” juga telah menunjukkan daya tariknya di panggung live. Lagu ini sering memicu mosh pit dalam berbagai penampilan mereka, dari Hamburg hingga Austin, memperkuat posisi Honey I’m Home sebagai salah satu nama yang mulai diperhitungkan dalam lanskap shoegaze generasi baru. Pendekatan musikal mereka yang memadukan distorsi gitar dengan sentuhan elektronik memberikan karakter yang khas dan mudah dikenali.
Vokalis sekaligus gitaris, Thom Schotanus, menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi tentang berada di posisi belakang dan frustrasi yang muncul dari situasi tersebut.
“Lagu ini tentang bagaimana kita sering mengesampingkan diri sendiri, dan keinginan untuk keluar dari pola itu,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa “Hyperspace Mountain” mencerminkan arah perkembangan shoegaze saat ini, dengan penekanan pada kombinasi gitar yang agresif dan elemen elektronik yang lebih dominan.

Perilisan ini datang setelah rangkaian tur internasional yang cukup padat. Honey I’m Home tampil di berbagai festival penting seperti SXSW, Reeperbahn, dan New Colossus Festival di New York. Mereka juga baru saja menyelesaikan tur Eropa bersama Hotline TNT, serta sempat berinteraksi dengan sejumlah musisi dalam skena yang sama seperti Winter dan Will Anderson.
Dalam waktu dekat, band ini akan kembali tampil di panggung sebagai bagian dari tur bersama Girl Scout, dengan beberapa jadwal di Inggris yang sedang disiapkan. Aktivitas tur yang padat ini menunjukkan bagaimana mereka terus memperluas jangkauan audiens di berbagai daerah.
Secara musikal, “Hyperspace Mountain” menyajikan lanskap suara yang kaya dan berlapis. Distorsi gitar yang tebal berpadu dengan tekstur elektronik yang eksperimental, menciptakan suasana yang terasa luas dan juga penuh tekanan. Di balik itu, liriknya mengangkat tema yang lebih personal, yaitu kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain dan mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Pendekatan ini memberikan kontras antara skala suara yang besar dan isi lirik yang introspektif. Lagu ini menangkap rasa frustrasi berada di posisi “kursi belakang”, tetapi di saat yang sama justru mendorong Honey I’m Home untuk semakin bersinar di garis depan skena shoegaze dunia.
