International

Jejak Glam Dan Garage Rock Pyncher Menguat Di ‘Every Town Needs a Stranger’

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Pyncher, kuartet garage rock asal Manchester, kembali mengetuk pintu skena Inggris lewat album terbaru mereka, ‘Every Town Needs a Stranger‘.

Undangan untuk mendengarkan band ini datang bukan tanpa alasan. Grup muda ini telah mendapatkan dukungan panggung bersama Maruja dan English Teacher, dan kini melangkah lebih jauh dengan tur bersama The Wytches. Rangkaian ini menjadi sinyal jelas bahwa mereka sedang menempuh jalur yang semakin tepat, didorong oleh energi yang tak bisa diabaikan.

Album ini menampilkan dorongan gitar yang kasar dan ritme yang hampir primal, berpadu dengan vokal Sam Blakely yang mengingatkan pada gaya Marc Bolan. Pyncher menyebut diri mereka sebagai “kelompok nyentrik”, dan itu terasa dalam lirik-lirik yang mengungkap kisah-kisah gelap, tokoh-tokoh muram, dan suasana gothic yang selaras dengan warna musik mereka.

Band Pyncher

“Back to the Country” membawa nuansa glam rock era 70-an yang kuat. Selama tiga setengah menit, lagu ini bergerak dengan percaya diri, menyeret aroma nostalgia sekaligus sikap muda yang tak mau diatur. Ada kerinduan akan masa ketika “mainan tongkat dan senapan” menjadi bagian dari imajinasi anak-anak, sebelum dunia dewasa datang dan membuat segalanya menjadi lebih rumit.

“Hippopotamus Boy” menunjukkan sisi paling gelap dari Pyncher. Bassline yang berliku membawa pendengar masuk ke pusaran yang makin intens, dipercepat oleh chorus yang menerjang tanpa kompromi. Atmosfer lagu ini seperti menuntun kita ke wahana tak stabil yang terus berputar, tak memberi ruang untuk napas panjang.

“On The Seaside” mengalir dengan pengaruh Pixies yang cukup terasa. Bassline yang sederhana dan menarik menjadi rel bagi perjalanan yang mirip dengan kereta hantu. Ketika vokal latar masuk dengan kalimat “Oh I need you more now than I ever did”, lagu ini menarik kita lebih dalam ke dalam ruang yang gelap dan lembap. Penutupnya berupa bassline yang terdengar agresif, menekankan kesan menyeramkan yang telah dibangun sejak awal.

Salah satu momen paling mencolok hadir lewat “Steely Dan”. Lagu ini ditulis drummer Jack Rainbow, menampilkan cerita dengan atmosfer yang suram. Gitar yang mengingatkan pada gaya DEADLETTER merangkai jalur di antara lirik-lirik yang terasa putus asa. Bagian tengah lagu, ketika Blakely berteriak “what goes up must come down”, membawa tensi yang menaik hingga rasa kehancuran terasa begitu dekat.

Album ini ditutup dengan nada yang kontras. “Goodbye, Old Friend” menghadirkan gitar akustik, mengiringi vokal yang rapuh. Setelah rentetan energi liar dan suara yang terus menekan, lagu ini menjadi satu-satunya titik hening yang membiarkan pendengar kembali tenang.

‘Every Town Needs a Stranger’ memperlihatkan sebuah band yang tampak siap menghadapi panggung lebih besar. Pyncher akan menjalani tur di Inggris pada November, dan album ini jadi alasan tepat untuk memastikan nama mereka masuk daftar tontonan Anda. Album sudah tersedia di berbagai layanan musik.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *